Breaking News:

Opini

Politik Santun; Sebuah Jawaban Perbaikan

Mengawali tahun 2022, seyogyanya kita awali dengan kembali merenung; menilik; mencermati diri kita terhadap sikap dan perbuatan yang telah terlewati

Editor: bakri
Politik Santun; Sebuah Jawaban Perbaikan
FOR SERAMBINEWS.COM
Muslim, S. HI, MM, Penulis adalah Ketua DPD Demokrat Aceh dan Aggota DPR RI Dapil Aceh 2

Oleh Muslim, S. HI, MM, Penulis adalah Ketua DPD Demokrat Aceh dan Aggota DPR RI Dapil Aceh 2

Mengawali tahun 2022, seyogyanya kita awali dengan kembali merenung; menilik; mencermati diri kita terhadap sikap dan perbuatan yang telah terlewati di tahun 2021, apakah kita telah bisa menjadi obat atau malah sebaliknya.

Apakah kita ikut serta berkontribusi positif untuk perbaikan politik bangsa.

Refleksi semacam ini, menjadi kebutuhan nyata untuk menentukan perbaikan di masa-masa mendatang.

Ketua DPD Partai Demokat Aceh, Muslim dengan sejumlah ulama Aceh di kantor partai berlambang mercy tersebut, Sabtu (25/12/2021).
Ketua DPD Partai Demokat Aceh, Muslim dengan sejumlah ulama Aceh di kantor partai berlambang mercy tersebut, Sabtu (25/12/2021). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Dari berbagai aspek yang butuh dievaluasi adalah apakah kita sudah bepolitik secara santun, tanpa menghilangkan sisi-sisi keberpihakan kepada kebenaran.

Berpolitik secara santun sebenarnya menjadi ciri khas politik bangsa kita.

Sebab bangsa Indonesia telah terkenal dengan budaya ramah-tamahnya, budaya timur dan berpegang teguh pada agama, terlebih lagi ajaran Islam yang menjadi agama mayoritas bangsa Indonesia.

Santun dalam politik, sebenarnya tercermin dari sikap, tingkah laku dan perbuatan yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat, tunduk di hadapan hukum, memiliki empati akan nasib masyarakat, beretika, bermoral, jujur serta responsif terhadap kemaslahatan yang lebih besar.

Gagasan politik santun, dipastikan tidak ditemukan dalam pandangan berpikir Niccolo Machiavelli sebagai pemikir politik di abad pertengahan, sebab landasan berpikirnya sangat pragmatis, realis, dan individualis.

Kerangka teori yang dikembangkan oleh Niccolo menyebutkan “politics has no relation to moral” bahwa politik secara realitas tidak memiliki hubungan dengan moral.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved