Opini
Parenting Pilar Utama Pendidikan Anak
Memelihara diri dan keluarga di sini adalah bagaimana sebagai orang tua mampu mendidik, menjaga, dan memelihara keluarganya dari berbuat dosa
Orang tua bisa menceritakan kepada mereka kisah-kisah yang mendidik, seperti kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran dan kisah-kisah para Nabi.
Dalam hal ini Allah berfirman: Artinya: “Sesungguhnya pada kisah- kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.Yusuf [12]:111).
Metode menceritakan kisah ini mempunyai potensi besar dalam meningkatkan potensi anak.
4).Metode Pembiasaan (habituasi).
Abdullah Nashih Ulwan menulis dalam bukunya Tarbiyatul Aulad Fil-Islam, “Pendidikan dengan cara pembiasaan dan kedisiplinan adalah di antara faktor penentu keberhasilan dalam pendidikan, dan wasilah yang paling baik dalam menumbuhkan keimanan dan akhlak pada anak.
” Dengan demikian pembiasaan adalah salah satu faktor yang memperkuat proses penanaman nilai-nilai keagamaan anak.
Metode ini sangat cocok untuk hal-hal rutin yang dilaksanakan, seperti makan, minum, ketika akan tidur dan bangun tidur, keluar dan masuk kamar mandi, keluar dan masuk rumah, dan lain-lain.
5).Metode Perumpamaan.
Muhammad Abduh, dalam tafsir al-Manar mengatakan bahwa perumpamaan yaitu suatu frase yang digunakan untuk menceritakan peristiwa tertentu yang serupa dan sama dengan yang sedang dialaminya.
Perumpamaan juga bisa menanamkan ilmu pengetahuan di dalam pikiran anak.
Rasulullah sendiri telah menggunakan metode ini di antaranya ada Hadits tentang perumpamaan `seorang mukmin seperti `pohon kurma`.
Firman Allah dalam Surat Ibrahim (14) ayat 24-25.
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.
Pohon itu menghasilkan buahnya setiap waktu dengan seizin Tuhannya.
Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. ” (QS.Ibrahim [14] : 24-25).Dan, 6).
Metode Targhib (Janji) dan Tarhib (Ancaman).
Tabiat manusia merupakan perpaduan sekaligus kombinasi antara kebaikan dan keburukan.
Alquran menawarkan upaya ini dalam metode targib (janji) dan tarhib (ancaman).
Abu Yaqien mengemukakan bahwa imbalan atau janji (targib) dan hukuman atau ancaman (tarhib) tidak harus berupa materi.
Tepuklah pundaknya dan katakan, “kamu hebat”; usaplah kepalanya; acungkan jempol; tersenyum.
Metode targib dan tarhib akan efektif jika digunakan secara adil dan proporsional.
Baca juga: Alumnus Dayah Darul Huda Aceh Utara Terbitkan Buku “Pola Asuh dan Pendidikan Anak Ala Rasulullah”
Baca juga: Bupati Sarkawi: Pesantren dan Dayah Tempat Terbaik Untuk Pendidikan Anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-murni-mpd-anggota-ikatan-sarjana-alumni-dayah-aceh-isad-aceh.jpg)