Opini
Israk Walmikraj
Jarak tempuh dari masjidil haram (Makkah) ke masjidil Aqsha pada era tersebut adalah satu bulan pergi satu bulan kembali, yang dalam ukuran kilometer
Di sinilah lahirnya jiwa “ihsan”, sebagaimana diajar Rasulullah Saw, anta’budallaha kaannaka tarahu (sembahlah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya).
Tetapi bila kamu tidak mampu melihat-Nya yakinlah bahwa Allah melihat kamu.
(fainlam takun tarahu, fainnahu yaraka).
Alangkah indahnya kehidupan ini bila ruh ihsan ini bisa dimanifestasikan dalam semua aspek kehidupan, baik secara individu, keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bila semua umat Islam menempatkan diri dan memahami keberadaannya di dalam pengawasan Allah Swt, insya Allah yang muncul ke permukaan ini adalah ma’rufat-ma’rufat (kebaikan- kebaikan).
Ma’rufat-ma’rufat itu akan mampu menenggelamkan semua bentuk munkarat-munkarat dan fahisyah, apakah itu mengonsumsi khamar, narkoba, perjudian, pencurian/korupsi, khalwat, perzinaan, pembunuhan dan lain-lain, sebagai dampak positif dari makna ruh shalat, sebagaimana diisyaratkan Allah Swt dalam surat al-Angkabut ayat 45 yang artinya: “Dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.
dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).
dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
” Wallahu A’lamu Bis Shawab!
Baca juga: Pemko Langsa Peringati Israk Mikraj di Masjid Darul Falah, Ini Pesan Wakil Wali Kota Marzuki Hamid
Baca juga: Peringati Israk Mikraj, Pemkab Bireuen Gelar Zikir dan Doa Bersama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/abdul-gani-isa-ketua-bwi-perwakilan-acehanggota-mpu-aceh.jpg)