Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (V), 'Laboratorium Suriah' Putin, untuk Ukraina?
TIDAK berhenti di kawasan bekas Uni Soviet, percaturan Rusia dengan AS, juga berlangsung di berbagai tempat lain di dunia.
Tidak ada angka pasti berapa jumlah tentara Rusia di Suriah, namun beberapa sumber intelijen memperkirakan tidak kurang dari 13.000 tentara Rusia ada di Suriah.
Tidak hanya pasukan resmi, Putin juga menggunakan serdadu bayaran di bawah bendera “Wagner”, yang dimiliki oleh Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha yang dekat Putin.
Serdadu bayaran ini biasanya ditugaskan untuk operasi khusus.
Bagi Putin, kehadiran Rusia dalam konflik domestik Suriah, bukan hanya soal kedekatan historis.
Kedekatan Suriah dengan Uni Soviet -Rusia, mungkin tak tertandingi dengan negara manapun di Timur Tengah, semenjak Perang Arab-Israel tahun 1967.
Kehadiran Rusia saat ini adalah sebagai pintu untuk perluasan pengaruh, sekaligus merusak dan mengacaukan hegemoni AS di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (III), Benarkah Putin Reinkarnasi Ivan ‘Ceulaka’ the Teribble?
Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (IV), Georgia dan Kegagalan Barat Menjegal Putin
Laboratorium Mesin Perang
Sekalipun di permukaan, kehadiran Rusia di Suriah lebih mencerminkan sebagai demonstrasi perimbangan kekuatan, jauh di dalamnya ada fungsi lain yang sangat berbahaya bagi Suriah dan bahkan kawasan-kawasan lain yang berpotensi konflik atau berkonflik dengan Rusia.
Bagi Putin tidak ada tempat lain yang paling penting di dunia, bahkan di Rusia sekalipun, selain Suriah, sebagai tempat yang paling strategis sebagai “laboratorium mesin perang”.
Suriah baginya adalah arena latihan pasukan, uji coba berbagai senjata mutakhir, uji coba anti gerilya kota, dan penggunaan kimia sebagai alat pembunuh.
Lebih dari itu, Suriah juga dijadikan sebagai arena kreativitas konversi perang menjadi senjata politik yang paling ampuh.
Pengalaman itu kini sedang dan akan diterapkan di Ukraina.
Contoh yang paling nyata bagaimana laboratorium perang Rusia itu adalah kejadian tragis Kota Aleppo dan Provinsi Idlib.
Di kedua tempat itu yang terjadi adalah pengeboman dan penghancuran infrastruktur, bangunan dan perumahan warga sipil.
Kematian dan penderitaan masyarakat tak berdosa adalah ikutannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-3.jpg)