Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (VIII) - Akankah AS Salah Hitung dengan Sanksi Ekonomi?
“Kesalahan berhitung” itu pernah dialami AS, dan pernah juga dialami oleh Rusia-Uni Soviet pada masa perang dingin.
Sesuatu yang tidak pernah dihitung ketika perang dimulai.
Kedua negara besar itu tidak pernah menduga bahwa “kekuatan moral” tentara dan rakyat adalah kunci kemenangan, persis ketika Indonesia mengusir Belanda dan sekutu setelah Perang Dunia ke II.
Negeri yang kecil yang bahkan tidak maju, seperti Vietnam pada masa itu, dan Afghanistan, dengan perhitungan biasa akan dapat dikalahkan oleh kekuatan raksasa ternyata hanya ada dalam imnajinasi awal agresor.
Setelah perang berjalan, imajinasi itu berubah menjadi mimpi buruk yang sukar sekali dihilangkan, walaupun perang telah usai.
Kini Rusia telah menginvasi Ukraina.
Pasukan, artileri, dan berbagai perlengkapan perang lainnya telah mulai masuk ke Ukraina, bahkan telah mendekati ibu kota Kiev.
Jauh hari sebelum itu Rusia telah menganeksasi Crimea dari Ukraina pada tahun 2014.
Tidak hanya itu, Rusia bahkan mengulangi keberhasilannya membentuk dua negara baru di Georgia pada tahun 2008, dengan membentuk dan mengakui 2 negara baru, Donbask, dan Luhanks beberapa waktu sebelumnya.
Sebaliknya AS dan sekutunya juga telah melancarkan perang dalam bentuk nonfisik- pengiriman berbagai jenis senjata untuk Ukraina, bantuan uang, sanksi ekonomi, penghentian impor minyak, penyitaan harta para oligarkhi Rusia lingkaran Putin di luar negeri, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan pelemahan Rusia.
Apakah semua yang dilakuan Putin dan lawannya Ukraina plus AS dan sekutunya telah dihitung dengan benar dan akurat?
Ambil contoh, seberapa ampuhkah sanksi ekonomi yang dilancarkan oleh AS terhadap Rusia?
Bukankah sanksi ekonomi sudah sangat sering dilakukan, dan itu tak membuat Putin bertekuk lutut.
Apakah keputusan AS untuk menyita harta, memblokir jaringan keuangan, dan meblokir visa masuk 8 keluarga top milliuner Rusia berikut dengan 19 lainnya, bahkan harta luar negeri Putin sekalipun akan membuat Putin menyerah?
Apakah keputusan AS untuk mencegah dan menyusahkan oligarkhi lingkaran Putin itu yang menguasai 30 persen kekayaan Rusia, akan membuat mereka membujuk Putin untuk berhenti?
Pengalaman menunjukkan Putin tidak akan pernah bisa diperintah oleh para oligarkhi di sekelilingnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-ahmad-humam-hamid-1.jpg)