Jurnalisme Warga
Belajar Mitigasi Bencana di Stasiun Geofisika Aceh Besar
Masih begitu jelas terngiang dalam ingatan masyarakat Aceh tentang bagaimana dahsyatnya gempa berkekuatan magnitudo 9,3 SR
Sehingga, semuanya sangat perlu dipersiapkan dengan matang.
Setelah penyampaian materi selesai, selanjutnya seluruh siswa dipersilakan mengunjungi beberapa ruangan yang digunakan oleh Stasiun Geofisika Aceh Besar dalam memantau dan mendeteksi bencana alam di Aceh.
Baca juga: BUMD Perlu Waspadai dan Mitigasi Risiko pada Tujuh Sektor Ini
Siswa dibawa ke sebuah ruangan yang dilengkapi dengan komputer-komputer pemantau aktivitas bumi, termasuk seismograf berbasis digital.
Dari sinilah BMKG saat ini dapat dengan cepat memberikan informasi kepada masyarakat tentang gempa bumi, bahkan potensi tsunami yang mungkin terjadi akibat gempa dengan adanya bantuan teknologi ini.
Bahkan yang sangat mencengangkan, Stasiun Geofisika Aceh Besar juga masih menyimpan seismogram hasil catatan seismograf gempa bumi Aceh pada 2004 silam.
Terlihat bagaimana dahsyatnya hasil catatan gempa hingga bagian seismogram rusak akibat kuatnya alat pencatat bekerja.
Seismogram ini sudah dibingkaikan dan dipajang, hingga semua pengunjung dapat melihatnya secara nyata.
Memahami tentang mitigasi bencana sangatlah penting, karena setiap orang memiliki tanggung jawab pribadi untuk menjaga diri dan lingkungannya, baik itu sebelum, di saat, maupun setelah bencana berlangsung.
Terima kasih BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, telah memberikan kami edukasi yang sangat luar biasa terkait mitigasi bencana.
Salam siaga bencana sejak dini!
Baca juga: Banda Aceh Miliki Alat Mitigasi Tsunami Canggih
Baca juga: Diklaim Bisa Akses Data Secara Realtime, Banda Aceh Pasang Alat Mitigasi Tsunami di Ulee Lheu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AZWAR-ANAS-SPd-Pegiat-FAMe-Chapter-Lhokseumawe-dan-Wakil-Kepala.jpg)