Breaking News:

Opini

Pindah dari Takdir ke Takdir

DALAM upaya memilih takdir, disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab Ra, pernah kedatangan tamu dari dusun (seorang badui)

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry 

Orang yang dalam kehidupannya tidak ada perubahan, atau malah semakin ke depan semakin buruk, adalah orang yang merugi.

Manusia bebas memilih takdir untuk dirinya, bahkan diminta untuk memilih (merencanakan) yang terbaik untuk dirinya dan berusaha mewujudkannya secara sungguh-sungguh sesuai kemampuan, walaupun tidak semua rencana akan dapat diwujudkan.

Menurut penulis seseorang akan memperoleh masa depan yang lebih baik (takdir yang lebih baik) kalau dia berusaha membuat perencanaan yang baik dan setelah itu berusaha mewujudkannya dengan cara yang baik dan sungguhsungguh.

Jadi hidup ini janganlah sekadar dijalani tanpa perencanaan, apalagi tanpa arah yang jelas.

Untuk itu jangan “mengambinghitamkan” takdir Allah SWT, ketika seseorang mendapat takdir yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Doa dan tawakal Seperti telah disebutkan puasa merupakan ibadah yang salah satu hikmahnya--sama seperti ibadah lain, membentuk kesadaran untuk berusaha meningkatkan kualitas diri secara terus menerus dan sungguh- sungguh.

Upaya ini akan berhasil antara lain dengan cara membuat perencanaan yang baik untuk masa depan dan menjalankannya secara baik.

Kesadaran dan usaha ini dengan bahas lain dapat juga disebut sebagai upaya memilih takdir, maksudnya berusaha untuk memperoleh takdir yang lebih baik, agar hidup di masa depan menjadi lebih bermakna dan berbahagia.

Dalam kaitan dengan takdir, ada tiga istilah lain yang relatif selalu berhubungan sehingga sukar dipisahkan yaitu ikhtiar, doa dan tawakal.

Dalam hubungan dengan nasib dan kehidupan manusia, takdir ada beberapa macam.

Ada yang seluruhnya merupakan hak Allah seperti siapa yang menjadi orang tua atau anak dari seseorang, atau kenapa dia lahir dalam suku tertentu, bukan suku lainnya (takdir mubram).

Ada yang merupakan ketentuan Allah SWT yang sampai batas tertentu bercampur dengan usaha manusia, seperti pilihan atas bidang pendidikan yang ditekuni, bidang pekerjaan sebagai sumber penghasilan, atau orang yang menjadi pasangan hidup (takdir mu`allaq).

Yang perlu dicatat takdir baru diketahui setelah terjadi, bukan sebelumnya.

Usaha manusia untuk memilih dan menjalani takdir disebut ikhtiar.

Ikhtiar dianggap baik dan sungguh-sungguh apabila dilakukan secara sungguh-sungguh sesuai dengan ketentuannya.

Sebagiannya kita sebut mesti sesuai dan mengikuti “hukum alam”, sedang sebagian lagi kita sebut mesti sesuai “dengan kewajaran”.

Sekiranya meminjam istilah dalam manajemen, maka ikhtiar ini akan meliputi unsur perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, dan tujuan yang ingin dicapai.

Sekiranya ada pertanyaan, apakah semua ikhtiar akan mencapai hasil seperti diharapkan, maka jawabannya adalah tidak, karena selalu ada “faktor X” (sesuatu yang tidak sesuai dengan sunatullah) yang luput dari perhitungan.

Adapun doa merupakan permohonan dan permintaan yang disampaikan hamba kepada Allah mengenai apa saja yang dia anggap perlu dan inginkan, baik untuk kehidupan di dunia atau kehidupan di akhirat nanti.

Dalam arti yang lebih luas, doa meliputi pengakuan dan pengaduan mengenai kelemahan diri seraya mengharap bantuan, pertolongan, petunjuk, dan berbagai kemudahan dari Dia.

Doa yang dipanjatkan mesti dibarengi dengan ikhtiar.

Doa tanpa ikhtiar dapat dianggap tidak serius dan asal-asalan saja.

Dengan demikian doa dan ikhtiar mesti selalu bersama tidak boleh dipisahkan.

Sedang tawakal merupakan sikap berserah diri kepada Allah atas segala keputusan yang diberikan-Nya, setelah semua usaha (ikhtiar) dijalankan.

Menerima dengan rela dan keyakinaan penuh bahwa apapun yang terjadi, setelah melakukan ikhtiar dan doa secara sungguh-sungguh, adalah keputusan Allah yang terbaik untuknya, betapa pun ketidaksesuaiannya dengan harapan dan usaha yang telah dilakukan dan doa-doa yang telah dipanjatkannya.

Tawakkal adalah ujung yang berisi kemantapan dan kepasrahan atas hasil dari upaya memilih takdir, setelah didahului dengan ikhtiar dan doa.

Tawakkal menjadikan seseorang merasa tenang dan menerima apa yang terjadi tanpa menyesalinya.

Salah satu pertanyaan menggelitik yang pernah diajukan kepada penulis, dapatkah doa mengubah takdir.

Dalam sebuah hadis yang dituturkan oleh Tsawban dan dirawikan oleh Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan lebih kurang, Sungguh, rezeki seorang hamba akan terhalang karena dosa yang dilakukannya.

Sungguh takdir itu tidak akan berubah kecuali dengan doa.

Sungguh doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat.

Dan sungguh perbuatan baik (kepada orang tua) akan memperpanjang umur.

Untuk ini perlu diulangi, takdir tidak dapat diketahui sebelum terjadi, dan ketika terjadi kita tidak tahu, apakah takdir menjadi seperti itu karena usaha dan doa yang kita panjatkan, atau memang dengan berusaha tanpa berdoa pun takdirnya akan seperti itu.

Pertanyaan ini menurut penulis tidak dapat dijawab dengan pasti, karena tidak ada jalan bagi pemikiran untuk memasukinya secara meyakinkan (masalah gaib).

Sekiranya dikembalikan kepada Alquran, ada tiga hal yang perlu diperhatikan.

Pertama Alquran dan hadis menyuruh kita berdoa sebanyak dan sesering mungkin, karena Allah senang kepada orang yang berdoa dengan “nyinyir” kepada- Nya.

Kedua, tidak semua yang kita anggap baik, betul-betul baik dan sebaliknya yang kita anggap buruk betul-betul buruk.

Allah lebih mengetahui apa yang baik bagi kita dibandingkan dengan pengetahuan kita tentang diri kita.

Ketiga, waktu pengabulan doa mutlak merupakan hak Allah.

Allah tidak boleh “dipaksa” untuk itu.

Kalau kita berdoa agar Allah memberikan sesuatu langsung hari ini juga misalnya, maka secara agama itu bukanlah doa tetapi “pemaksaan kehendak” kepada Allah SWT.

Wallahu a`lam bish-shawab.

Baca juga: Puasa dan Kewenangan Memilih Takdir

Baca juga: Takdir Allah Membawanya Menjadi Peneliti

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved