Breaking News:

Berita Regional

Jual Nama Pengungsi Gunung Sinabung, Oknum Dewan Tipu Kontraktor, Modus Janjikan Proyek Fiktif

Betapa tidak, oknum anggota dewan ini tega memanfaatkan musibah yang menimpa pengungsi letusan atau erupsi Gunung Sinabung untuk mereguk keuntungan.

Editor: Saifullah
IST
Kondisi salah satu rumah yang rusak parah diterjang banjir lahar dingin erupsi Gunung Sinabung. Musibah yang menimpa warga terdampak letusan Gunung Sinabung tersebut dimanfaatkan oknum DPRD Tapanuli Utara untuk mereguk keuntungan dengan modus iming-iming proyek fiktif. 

Betapa tidak, oknum anggota dewan ini tega memanfaatkan musibah yang menimpa pengungsi letusan atau erupsi Gunung Sinabung untuk mereguk keuntungan.

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Gelar anggota dewan terhormat rasanya tak pantas disandang anggota DPRD Taput ( Tapanuli Utara) berinisial LS.

Betapa tidak, oknum anggota dewan ini tega memanfaatkan musibah yang menimpa pengungsi letusan atau erupsi Gunung Sinabung untuk mereguk keuntungan.

Berbekal statusnya sebagai anggota DPRD, LS pun mampu meyakinkan untuk menyuntik dana hampir Rp 1 miliar, dengan dalih untuk pembiayaan rumah bantuan bagi korban erupsi.

Ternyata proyek pembangunan rumah bantuan tersebut tak pernah ada alias fiktif, hingga kemudian oknum dewan itu dimejahijaukan.   

Saat ini, kasus anggota DPRD Taput ( Tapanuli Utara), LS yang didakwa menipu seorang kontraktor hampir Rp 1 miliar, sedang bergulir di pengadilan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina, LS didakwa menipu korbannya bernama Limaret Parsaoran Sirait.

Baca juga: Heriyanti Putri Akidi Tio Pernah Dilaporkan ke Polda Terlibat Proyek Fiktif di Istana Negara

Akibat penipuan dengan modus proyek fiktif yang dilakukan anggota DPRD Taput ini, korban merugi hingga Rp 972.500.000.

"Mereka sampaikan itu proyek rumah khusus bagi para korban pengungsi Sinabung di Kecamatan Siosar, Kabupaten Karo," kata korban penipuan, Limaret.

"Itu proyek pemerintah dari dana APBN. Mereka sebelumnya sudah ada membayar uang administrasi," lanjutnya.

"Mereka kelimpungan mencari dana dan butuh bantuan dana, informasinya LS ini pemborong," kata korban, ketika dihadirkan dalam persidangan, Rabu (6/7/2022). 

Saksi korban lantas setuju menyuntikkan dana kepada LS.

Dana tersebut diberikan beberapa kali, baik secara langsung maupun transfer.

Baca juga: Jaksa Menilai Vonis Terdakwa Korupsi Proyek Fiktif Subulussalam Terlalu Rendah

Namun, setelah menyuntikkan dana hampir Rp 1 miliar, proyek tersebut tak kunjung ada kabar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved