Kupi Beungoh

Topik Hangat Aceh, Bendungan Tiro Dicoret dari PSN Hingga Dana Otsus dan Investasi yang Mandek

Menjadi poin penting bahwa, para tokoh ini bukan hanya membicarakan masalahnya saja, tapi juga memberikan ide dan saran.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Kolase Serambinews.com/Google
Proyek Bendungan Tiro di Pidie Aceh dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), karena masyarakat sekitar tidak setuju dengan proyek pembangunan tersebut. 

Kemudian proyek Kereta Api di Kalimantan Utara dan Bandara Bali Utara.

Alasannya, karena proyek-proyek tersebut dianggap tak akan selesai hingga 2024 atau saat berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sedikit agak miris, karena alasan proyek Bendungan Tiro di Aceh dikeluarkan dari daftar PSN adalah karena masyarakat sekitar tidak setuju dengan proyek pembangunan tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, proyek ini perlu dilakukan lokasi pengganti sehingga prosesnya masih panjang dan diperkirakan rampung melewati tahun 2024.

BACA SELENGKAPNYA: Pemerintah Coret Bendungan Tiro dari Daftar Proyek Strategis Nasional, Ini Alasannya

Sharing artikel dari Muslim Armas ini langsung disambar oleh Ghazali Abbas Adan, mantan anggota DPR/MPR RI dan mantan anggota DPD RI asal Adan, Pidie.

“Ironis, daerah-daerah di Indonesia berjuang agar di daerah ada PSN untuk masyarakat sesuai yang dibutuhkan termasuk waduk untuk kebutuhan air pertanian, dan PSN itu anggarannya sampai triliunan dari Pemerintah Pusat. Tapi di Aceh yang ka na gadoh,” tulis Ghazali Abbas.

Lalu ia melanjutkan kalimatnya dalam bahasa Aceh, intinya ketika masih menjabat sebagai anggota DPD RI, Ghazali 3 kali melakukan pertemuan dengan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk meyakinkan Pemerintah Pusat tentang pentingnya kehadiran dua waduk untuk membantu petani Pidie.

“Dan tiep raker ngen menteri Bappenas sejak Andrinof Chaniago, Tgk Sufyan Djalil dan Bambang Sumantri ulontuan ulang2 aju peunteng that dua bendungan untuk peumakmu rakyat Pidie,” tulis Ghazali Abbas yang memulai kalimatnya dengan kata-kata “nyoe kon riya” (tidak bermaksud riya).

FOTO DOKUMENTASI - Tokoh masyarakat Tiro Tgk Hasan Umar Tiro didampingi Senator Aceh Ghazali Abbas Adan berbicara tentang Bendungan Tiro dan Rukoh dalam pertemuan di Kantor Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (12/2/2019).
FOTO DOKUMENTASI - Tokoh masyarakat Tiro Tgk Hasan Umar Tiro didampingi Senator Aceh Ghazali Abbas Adan berbicara tentang Bendungan Tiro dan Rukoh dalam pertemuan di Kantor Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (12/2/2019). (IST)

Muslim Armas kemudian kembali menimpali ulasan Ghazali Abbas.

“Memang sangat ironis dan tragis, padahal multiplier effectnya (dari Bendungan Tiro) luar biasa. Selain membantu pertanian dan perikanan, bisa untuk PLTA (listrik), pariwisata dan kuliner, serta kegiatan ekonomi lainnya.”

“Jika Pj Bupati Pidie dan Pj Gubernur Aceh ada dalam grup ini, KUPI (organisasi paguyuban perantau Pidie-red) bersedia mendampingi Pemda untuk meyakinkan masyarakat di Tiro tentang pentingnya waduk Tiro untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Pidie,” sambung Muslim Armas yang merupakan Ketua Umum KUPI (Keluarga Ureung Pidie).

Muslim yang merupakan pemilik dari 7 perusahaan level nasional masih terus melanjutkan tulisannya.

“Sedih melihat Aceh, setiap tahun selalu Silpa sekitar Rp 4 triliun, dana PSN Waduk Tiro yang sudah disiapkan oleh Pusat malah ditolak. Perlu diketahui secara mendalam, apa akar masalahnya.”

Baca juga: Warga Dibayar Ganti Rugi Lahan Proyek Bendungan Rukoh, Terendah Rp 18 Juta, Tertinggi Rp 1,3 Miliar

Ghazali Abbas Adan menimpali.

Menurutnya, jika tidak salah hanya satu kampung yang menjadi lokasi waduk Tiro, yaitu Blang Keudah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved