Breaking News:

Opini

Hardikda Momentum untuk Bangkit

Anggaran pendidikan yang mencapai Rp 3,5 triliun pada 2021 hasilnya tidak sebanding dengan capaian prestasi sekolah-sekolah Aceh

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
SYARBAINI OESMAN, Pemerhati pendidikan berdomisili di Banda Aceh 

Sampai hari ini isuisu sekitar copy paste bahan persiapan mengajar masih acap kita dengar.

Instrumen daya serap adalah jawaban dari semua persoalan tersebut.

Dengan alat yang dirancang sederhana, fair dan mudah, akan memandu semua level kebijakan melaksanakan tugas dengan baik.

Tidak ada yang merasa dicurangi dengan tool yang disepakati bersama.

Muaranya tentu akan memberi output yang bisa diterima semua kalangan.

Hari ini, kalau kita bertanya, sejauh mana penguasaan materi pelajaran Matematika SMA X, saya yakin tidak ada data yang memuaskan semua pihak.

Baca juga: 15 Tahun Pendidikan Aceh Terpuruk

Demikian pula data akumulasi untuk kabupaten dan seterusnya.

Yang acap terjadi adalah justifikasi sepihak dari pelaku pendidikan.

Ketika data jumlah frekuensi pertemuan seorang guru di kelas saja belum dimiliki, bagaimana lagi mau menuntut sesuatu yang lebih spesifik, misalnya seberapa banyak guru yang telah menerapkan metode inquiry dalam mengajar? Itu catatan pertama.

Persoalan kedua yang penting dibenahi adalah kualitas supervisi oleh pengawas dan kepala sekolah.

Harus diingat, pengawas sekolah memiliki fungsi sangat strategis jika benar-benar dioptimalkan perannya.

Bukan hanya lips service pejabat.

Pemerintah telah merancang pola rekrutmen pengawas sekolah secara lebih profesional dan modern.

“Rambu-rambu” itu dimaksudkan untuk menutup celah bagi oknum untuk menjadikan jabatan pengawas sekolah sebagai obyek memperpanjang usia pensiun bagi seorang guru atau pejabat struktural.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved