Jurnalisme Warga
Putroe Neng dan Kontroversial Hidupnya di Teluk Samawi
DATANG dari Jakarta akhir Agustus lalu, empat hari saya jejakkan kaki di kota “petrodollar” Lhokseumawe

Syekh ini menjodohkan muridnya dengan Putroe Neng untuk mengetahui rahasia dari malapetaka yang terjadi pada setiap laki-laki yang menikahi Putroe Neng.
Jauh sebelum perjodohan tersebut dilakukan, diketahuilah bahwa ada bisa ular (biram) yang keluar dari mulut rahim Putroe Neng tersebut.
Dengan keramat yang dimiliki oleh Syekh Hudam, bisa ular tersebut dikeluarkan dan ditampung dalam beberapa bilah bambu.
Setelahnya, bisa-bisa ular tersebut dibuang ke tempat yang berbeda: separuh dibuang ke laut dan sisanya dibuang ke gunung.
Setelah perjodohan dilakukan dan pesta pernikahan dilaksanakan, esok harinya Putroe Neng yang justru ditemukan meninggal.
Dengan demikian, murid dari ulama Syekh atau Syiah Hudam ini pun selamat.
Hal ini menjadi bukti bahwa akar masalah dari malapetaka yang terjadi selama ini adalah bisa ular (biram) tersebut.
Bahkan setelah diketahui perihal bisa ular ini, Syekh Hudam menelurusi asal dari bisa ular yang berada di mulut rahim Putroe Neng tersebut.
Nyatanya, bisa ular tersebut ditanamkan oleh kakek dari Putroe Neng terdahulu.
Tujuannya agar cucunya selamat dari kejahatan dan kekerasan seksual pada masa perang.
Namun, pada akhirnya, bisa ular tersebutlah yang menebar malapetaka dan memakan diri Putroe Neng sendiri.
Kisah kontroversial ini menjadi salah satu cerita rakyat yang dikenal di Lhokseumawe.
Sebelum mengakhiri perbincangan, saya meminta Nek Kamariah dan Pak Sulaiman untuk menyampaikan harapan terhadap makam Putroe Neng yang sudah mereka rawat sejak sebelum PT Arun NGL berdiri.
Mereka mengharapkan adanya perhatian lebih lagi dari pihak berwenang terkait situs purbakala Makam Putroe Neng ini, seperti dilengkapinya fasilitas umum, pemugaran pagar, dan fasilitas lainnya.
Setelah kami berpamitan, kami mengantar Nenek Kamariah pulang dan menghabiskan waktu di Gua Jepang, Bukit Ngien Jioh, Kecamatan Muara Satu, sembari menikmati pemandangan Kota Lhokseumawe dari atas bukit. (melinda.rahmawati7@gmail.com)
Baca juga: Kisah Putroe Neng, Wanita Jelita dengan 99 Suami Meregang Nyawa saat Malam Pertama (1)
Baca juga: Imelda Perankan Sosok Putroe Neng yang Legendaris di FL2SN Nasional