Jurnalisme Warga
Kegalauan Menunggu Banjir Seumadam Surut
ACEH Tamiang sedang dilanda banjir sehingga hubungan darat Aceh-Sumut putus total selama tiga hari
Kerugian para pengusaha ikan tersebut sering membuat pengusaha di bidang perikanan ini gulung tikar.
Di mana keuntungan yang diharap beberapa juta, kenyataannya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Dengan kerugian yang menimpanya tentu modal usaha yang dimiliki hilang bagaikan melelehnya es akibat terperangkap di jalan selama 18 hingga 24 jam.
Fenomena memilukan tersebut seharusnya tidak terjadi apabila koordinasi para petugas serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi masa tunggu air Seumadam surut dan dapat dilakukan dengan baik dan efektif.
Dengan adanya kesabaran serta tertib para pengguna jalan dengan dipandu para petugas, tentu akan menjadikan perjalanan lebih lancar.
Baca juga: Brimob Polda Aceh Bantu Sembako kepada Korban Banjir Aceh Tamiang, Brimob Aramiah Siaga di Lokasi
Pokok persoalan utama sebenarnya terjadi akibat dari perusakan lingkungan yang amat luar biasa.
Tidak hanya kebersihan lingkungan dengan membuang sampah sembarangan sebagai pelanggaran yang membuat banyak saluran tersumbat, tetapi yang lebih parah terjadi adalah pembalakan hutan yang dilakukan dengan semena-mena.
Luasnya area hutan membuat aparat yang sangat terbatas jumlahnya kewalahan dalam menjaga perusakan terhadap hutan.
Para pegiat lingkungan sangat mengharapkan penanganan lingkungan ini perlu gerakan bersama.
Peran cendikia dan ulama dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan serta memelihara lingkungan hidup menjadi tanggung jawab bersama merupakan suatu keharusan.
Berbagai ruang publik seperti mimbar-mimbar di masjid, podium-podium pada lembaga pendidikan harus diisi dengan pencerahan terhadap pentingnya melestarikan anugerah alam yang dititipkan kepada kita.
Mengabaikan pemelihara berbagai anugerah yang luar biasa manfaatnya bagi makhluk, merupakan salah satu pembangkangan terhadap sunatullah oleh makhluk yang berakal.
Dengan menggunakan akal sehat, tentu manusia akan menggapai kebajikan dalam menelusuri jalan lurus memperoleh kesuksesan dunia akhirat.
Musibah yang diterima manusia bukan ketentuan atau takdir.
Namun, merupakan akibat dari ulah manusia itu sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apridarrr.jpg)