Jurnalisme Warga
Kegalauan Menunggu Banjir Seumadam Surut
ACEH Tamiang sedang dilanda banjir sehingga hubungan darat Aceh-Sumut putus total selama tiga hari
Untuk itu, saatnya kita semua perlu memberikan pencerahan agar kita tidak masuk dalam lubang kesalahan yang selalu kita lakukan di dunia ini.
Keledai saja hampir tidak pernah masuk ke lubang yang sama saat berjalan.
Musibah banjir yang selalu dirasakan masyarakat yang mendiami dataran rendah khususnya, perlu adanya jalan keluar agar tidak menjadi pelanggan terhadap banjir yang mengharuskan mereka berjibaku dengan air yang memang selalu melewati tempat yang lebih rendah secara sunatullah.
Banyak sudah musibah yang diterima masyarakat Aceh khusuanya, harus dijadikan pembelajaran yang berharga.
Penggunaan akal yang disematkan pada manusia, seharusnya digunakan secara efektif sebagai implementasi ibadah untuk kemaslahatan bersama.
Menerapkan kebajikan dalam mengantisipasi berbagai musibah di dunia ini, merupakan salah satu jalan menuju akhirat yang lebih baik dan bermartabat.
Pembinaan masyarakat sejak dini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Rasulullah yang mesti kita lanjutkan dalam rangka menggapai kesejahteraan dunia akhirat.
Kegalauan para pengguna jalan dalam menunggu banjir Semadam surut seharusnya diisi dengan berbagai petuah kesabaran.
Semoga musibah yang telah menelan banyak kerugian ini mampu dijadikan sebagai pembelajaran untuk menggapai masa depan Aceh yang lebih gemilang.
Menyatukan kebersamaan pandang dalam menyelesaikan berbagai musibah yang datang lebih utama dibandingkan mencari kambing hitam untuk dipersalahkan. (apridar@unimal.ac.id)
Baca juga: Aksi Kapolsek Tamiang Hulu Bantu Evakuasi Pasien Gawat Darurat dari Banjir
Baca juga: Banjir Ancam Penurunan Produksi dan Kenaikan Harga Beras
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apridarrr.jpg)