Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Mengenang Sosok dan Jasa Pak Kalam Daud

Sifat itulah yang saya amati pada diri pribadi Drs Mohd Kalam Daud MAg, selama saya bersahabat dengannya lebih dari 20 tahun

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
TA. SAKTI, Pensiunan dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USK, melaporkan dari Dusun Lamnyong, Gampong Rukoh, Darussalam, Banda Aceh 

Autobiografi ini menjadi saksi bisu bahwa dia benar-benar punya hobi membaca.

Karena suka membaca, hampir setiap hari dia pergi ke berbagai perpustakaan di Banda Aceh.

Namun, di antara pustaka yang sering dikunjunginya adalah pustaka milik IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN Ar-Raniry).

Akibat seringnya mendatangi pustaka, dia menjadi akrab dengan semua pegawai pustaka baik laki-laki maupun perempuan.

Lamakelamaan hatinya tertambat pada seorang putri petugas pustaka yang bernama Mardhiati.

Persahabatan itu membawa mereka ke kursi pelaminan.

Hasil perkawinannya dikaruniai tiga orang putra-putri.

Anak pertama laki-laki bernama Junian Hijry Minarva (Juni), lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala (USK).

Baca juga: Kumpulan Ucapan Terima Kasih untuk Hari Guru dari Orang Tua Murid, Ada Bahasa Indonesia dan Inggris

Anak kedua bernama Ulfi Julia Miltiza (Ulfi), alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry, sekarang melanjutkan pascasarjana di Universitas Syiah Kuala ( USK).

Putra ketiga Junivan Fajry Azkya (Ipan), sedang menempuh pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas Terpadu di Aceh Besar.

Lantaran mempunyai hobi yang sama, yaitu suka membaca, maka kami saling meminjamkan buku.

Banyak buku saya pinjamkan kepada beliau, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan budaya.

Buku terakhir yang saya pinjamkan adalah biografi Tgk Haji Hasan Krueng Kale.

Akibat lupa, suatu sore saya menelepon Pak Kalam menanyakan apakah buku itu masih dipinjamnya.

Ketika saya bertanya “apakah sudah dibaca?” Beliau dengan lancar menjawab menguraikan isi buku tersebut.

Ini pertanda daya ingat beliau cukup kuat.

Sampai saat ini buku biografi Tgk Haji Hasan Krueng Kale masih berada di rumah beliau.

Dalam hal pinjam-meminjam buku, lebih sering saya antarkan buku langsung ke rumahnya dengan ojek.

Warisan Pak Kalam Warisan Pak Kalam bukan berupa harta benda, melainkan berjenis ilmu yang disuguhkan kepada masyarakat, baik anak-anak, mahasiswa, dan orang dewasa.

Mengajar atau mengasuh pelajaran termasuk warisan utama Pak Kalam.

Beliau belum merasa cukup dengan memberi kuliah di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, yang sebenarnya merupakan tugas berat.

Buktinya, pada sore hari ia mengajar di Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) pada Musala Al-Muhajirin dekat Pasar Lamnyong.

Pada kondisi tertentu, pengajian itu kadang berlangsung di rumahnya pada malam hari.

Tugas mulia itu telah digelutinya selama bertahun-tahun.

Di Musala Al-Muhajirin, selain ada pengajian anakanak setiap sore, juga berlangsung pengajian orang dewasa pada mlam tertentu.

Sejak beberapa waktu terdapat pengajian bakda subuh yang diikuti banyak orang Selain menebar ilmu, Pak Kalam juga meninggalkan warisan berupa karya tulis.

Topik tulisannya cukup banyak.

Hanya karena karakter beliau yang zuhud sehingga tidak “mempromosikan diri”, maka terkesan beliau tak memiliki karya apa-apa.

Lantaran terbatasnya kolom, karya Pak Kalam tidak saya deretkan di sini.

Selamat jalan sahabatku, semoga Allah Swt menerima Anda dengan penuh kasih sayang, Amin.(*)

Baca juga: Pj Gubernur Bahas Literasi hingga Bahasa Bersama Kadisdik Se-Aceh

Baca juga: Guru Besar USK Minta Pemerintah Perkuat Penggunaan Bahasa Daerah: Masukan Dalam Kurikulum Pendidikan

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved