Opini
Praktisi Mengajar: Program Lama yang Hidup Kembali
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim seorang praktisi inovatif yang menggagas program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Sekilas program ini memberikan harapan cerah terhadap upaya mendekatkan alam pendidikan di kampus dengan tuntutan dunia kerja di luar kampus.
Karena masalah utama yang sering dihadapi oleh kalangan pendidikan di kampus adalah terjadinya gap atau jurang yang cukup lebar antara teoriteori keilmuan yang disodorkan oleh kalangan pendidik di kampus dengan kenyataan kompetensi lulusan yang diinginkan dalam dunia kerja.
Karena sejatinya aktifitas kampus sudah seharusnya selaras dengan apa yang diinginkan oleh pihak dunia kerja yang akan merekrut para pekerjanya dari lulusan perguruan tinggi.
Bisa jadi disebabkan oleh kalangan kampus yang asyik terlena sendiri dengan teori-teori keilmuannya dan tidak menyadari kalau di luar ternyata tuntutan ilmu sudah berkembang jauh dan mengalami perubahan.
Selain itu, kalangan pendidik di kampus atau dosen terjerat dengan kesibukan Tri Dharma perguruan tinggi yang mewajibkan keseimbangan aktivitas antara mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian masyarakat.
Sehingga bisa jadi terlewatkan dengan materi- materi yang dituntut oleh dunia kerja untuk para lulusannya.
Program praktisi mengajar sebagai bagian dari kegiatan MBKM menjadi salah satu opsi solutif menghadapi permasalahan tersebut.
Baca juga: Umuslim Raih Hibah Program Pendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Tentunya praktisi yang direkrut oleh pihak universitas adalah yang benar-benar mumpuni dan memiliki kualifikasi yang sesuai untuk menularkan ilmu empirisnya yang menjadi kompetensi di dunia kerja.
Artinya kapasitas ilmu praktisi sudah diakui dalam dunia kerjanya.
Pengalaman lapangan yang dimiliki para praktisi ini tentu menjadi materi belajar yang sangat berguna bagi para mahasiswa di perguruan tinggi.
Berbeda dengan materi yang diberikan oleh dosen pengampu dalam keseharian pengajaran di kelas, maka para praktisi ini dapat memberikan sudut yang berbeda yang tidak tersampaikan oleh dosen di kampus.
Intinya, kerjasama yang intens tentu akan dibutuhkan antara praktisi ini dengan dosen di kampus.
Sinergisitas dan kolaborasi yang positif antara dosen di kampus dengan praktisi akan memberikan output yang sangat berharga kepada mahasiswa didik.
Sesungguhnya untuk pengalaman Universitas Syiah Kuala khususnya Fakultas Teknik praktisi mengajar sudah dilakukan sejak awal-awal pendirian kampus dahulu.
Ketika itu tuntutan keadaan menyebabkan Fakultas Teknik kekurangan tenaga pengajar tetap.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.