Opini
Praktisi Mengajar: Program Lama yang Hidup Kembali
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim seorang praktisi inovatif yang menggagas program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Situasinya justru menjadi berbeda ketika sekarang jumlah dosen pengajar tetap di kampus sudah terpenuhi.
Masa belajar mahasiswa di dalam kampus tidak terganggu lagi.
Proses belajar mengajar dapat berlangsung normal dan sempurna sesuai dengan harapan kurikulum.
Namun kenyataannya, situasi yang kondusif ini ternyata memberikan efek lain pula.
Nuansa dunia kerja semakin menjauh dari keseharian para mahasiswa kita.
Mahasiswa malah sibuk berkutat di dalam kampus dan interaksi dengan dunia kerja sedikit sekali.
Baca juga: Dukung Program Kampus Merdeka, Umuslim Bireuen Kirim Tiga Mahasiswa ke Jepang
Walau sudah ada program Kerja Praktek dalam kurikulum ternyata masih belum cukup memberi bekal kepada mahasiswa untuk memenuhi tuntutan kompetensi dunia kerja.
Yah inilah tantangan zaman agaknya.
Ketika dunia kampus telah semakin memenuhi aktifitas internal di kampusnya, ternyata ini membuat mahasiswanya menjauhkan diri dari atmosfer dunia kerja.
Sehingga muncul kembali gagasan untuk menghadirkan para praktisi ini ke dalam kampus.
Jadilah program Praktisi Mengajar.
Praktisi Mengajar era sekarang tentunya sudah berbeda dengan era dulu ketika zaman darurat tenaga pengajar.
Namun konsekuensinya diharapkan akan sama, yaitu memberikan pengalaman langsung dunia kerja dari orang yang tepat yaitu para praktisi ini.
Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi yang menguntungkan antara para praktisi dan dosen di kampus untuk bersama-sama menyusun program pengajaran yang dapat memenuhi kaedah pendidikan yang benar sekaligus memberikan materi yang up to date tentang dunia kerja di lapangan.
Memang itu yang seharusnya terus dilakukan oleh kalangan dunia pendidikan di kampus dan dunia kerja di lapangan industri.
Hubungan yang tidak putusputusnya antara dosen di kampus dengan praktisi di lapangan akan memberikan dampak yang sangat menentukan kepada kompetensi mahasiswa yang menjadi sasaran objek pendidikan.
Mahasiswa akan mendapatkan bekal yang paripurna baik segi kandungan dasar keilmuan yang kuat, serta juga memiliki wawasan yang segar dan terbarukan akan dunia kerja yang akan digelutinya. (dandibachtiar@unsyiah.ac.id)
Baca juga: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Perbaiki Kurikulum Selaras Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Baca juga: Berhadiah Rp 1 Miliar, Ini Pemenang Kompetisi Liga Kampus Merdeka Antar Prodi di UTU
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.