FAKTA MinyaKita Langka, Ternyata Ditimbun di Gudang Terbesar di Cilincing 500 Ton, Ini Alasan PT BKP
Selain itu, saat ini perusahaan tidak mengekspor minyak goreng, karena tidak pernah mendapat izin memproduksi sendiri CPO-nya.
Sedangkan situasi sejak Januari 2023 semakin sulit memperoleh CPO dengan harga eceran tertinggi (HET) sesuai yang ditetapkan pemerintah.
"Nah kebetulan sejak Januari sampai sekarang enggak ada satu pun kami dapat dari orang yang mau ekspor maupun produsen CPO," ujar Tukiyo.
Sehingga minyak goreng 500 ton di gudang belum disalurkan.
Karena ini menjadi stok minyak goreng terakhir yang diproduksi dengan CPO reguler yang mereka dapatkan sesuai harga DMO.
"Kan kalau sudah disalurkan tetapi kami enggak ekspor di situ ada ruginya, nah kalau mau dibantu tentang ekspornya, kami bisa bantu untuk disalurkan ke pihak lain. Atau beliau (Mendag) membantu kami untuk memperoleh CPO pengganti yang harganya harga DMO," tandas Tukiyo.
Mendag Zulkifli Hasan juga mengatakan, keterangan dari PT BKP ini memang terkait DMO.
"Dia bikin tapi DMO-nya enggak datang-datang. Kalau soal benar dan salah nanti kan kita baru ketemu hari ini. Tentu, kita kan temukan, (Minyakita) disegel dulu," kata Mendag.
Akan Diedarkan ke Pulau Jawa dulu
Mendag meminta, agar 500 ton minyak goreng yang ditemukan dapat segera didistribusikan di Pulau Jawa terlebih dulu, menyusul kemudian wilayah Sumatera.
"Jawa dulu saja karena di Jawa ini kan paling banyak. Jangan di pasar modern dulu, karena ini untuk pasar-pasar, pasar rakyat. Kalau lebih baru di Sumatera tapi Jawa aja dulu tapi di pasar-pasar," ujar Zulkifli.
Konsumen banyak beralih ke MinyaKita
Kelangkaan Minyakita terjadi karena warga yang awalnya menggunakan minyak goreng jenis premium beralih ke MinyaKita, sehingga pasokan menjadi berkurang.
Masyarakat di sejumlah daerah pun mengeluhkan terkait kelangkaan minyak goreng curah, MinyaKita yang kini paling banyak diminati lantaran harganya Rp14.000 per liter.
Baca juga: Pedagang Bisa Kena Denda Kalau Jual MinyaKita Di Atas HET Rp14.000
Kuota Pasokan Minyak Goreng Subsidi "MinyaKita" Bakal Ditambah Jadi 450 Ribu Ton per Bulan
Kuota pasokan minyak goreng subsidi MinyaKita akan ditambah, yang semula 300 ribu ton menjadi 450 ribu ton per bulan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pasar.
"Mulai bulan ini akan ditambah. Sebelumnya (kuota) 300 ribu ton per bulan, kita naikkan menjadi 450 ribu ton per bulan," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan usai berkunjung ke Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023), dikutip dari Antara.
Demo Hari Ini, 10 Ribu Buruh dari Berbagai Kota Kepung DPR RI |
![]() |
---|
Kembali Memanas, 3 Tentara Thailand Terluka Akibat Ranjau Darat, Kamboja Langgar Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Warga Gampong Pajar Galang Dana untuk Palestina, Dihadiri Syech Yahya dari Gaza |
![]() |
---|
Baitul Mal Banda Aceh Buka Pendaftaran Modal Usaha 2025, Ini Syarat dan Cara Daftarnya |
![]() |
---|
Bupati Antar Camat ke Tempat Tugas Baru, Ingatkan 3 Ancaman yang Merusak Rakyat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.