Stunting
Aceh Dapat Alokasi Dana Rp 251,6 Miliar untuk Tangani Stunting, M Jafar: Hati-hati Menggunakannya
Pada tahun anggaran 2023, sebut M Jafar, melalui dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik Kesehatan, pusat mengalokasikan dana untuk Program Makan Tambahan
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif sangat setuju, atas peringatan yang disampaikan AsistenI Setda Aceh, Dr M Jafar, agar pengelola dana PMT dan UKM Esensial Primer yang terdapat di Puskesmas untuk lebih berhati-hati lagi, dalam pemanfaatannya.
Begitu juga dna UKM Essensial Sekunder yang terdapat di Kabupaten/Kota, tolongikuti aturan yang sudah ada dan jangan melanggarnya.
Hanif menjelaskan, tujuan dari pemberian PMT itu, untuk meningkatkan status gizibalita melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, sesuai denganstandar yang telah ditetapkan.
Sasaran penerima makanan tambahan berbasis pangan lokal adalah balita berat badan tidaknaik, balita berat badan kurang, dan balita gizi kurang. Sedangkan bagi balitayang tidak mengalami pertambahan berat badan, tolong dirujuk ke Puskesmas untuk diperiksa dan dianalisa kondisi tubuhnya.
“Kemudian diteruskan ke rumah sakit, agar faktor penyebab berat badannya tidakbertambah, bisa cepat diketahui dan di atasi,” pungkas Hanif.(*)
• Berikut Risiko Konsumi Jajanan yang Banyak Mengandung Pengawet
• Pemerintah Aceh Buka Pasar Murah di 90 Lokasi, Banda Aceh 3, Sabang 3. Aceh Besar 4 Lokasi
• Menpan RB Pastikan Pendaftaran CPNS 2023 Dibuka September, Ini Formasi yang Banyak Dibutuhkan
Pijay Peringkat III Penanganan Stunting Tingkat Provinsi |
![]() |
---|
Program Peningkatan Penanganan Gizi untuk Stunting Aceh Besar Dimulai |
![]() |
---|
Pijay Masuk dalam Enam Kabupate/Kota yang Mampu Tangani Stunting hingga 100 persen |
![]() |
---|
Balita Stunting di Aceh Barat Capai 122 Orang |
![]() |
---|
Aceh Selatan Raih 5 Terbaik Se-Aceh dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.