Kupi Beungoh

Implementasi Pembentukan Opini Publik di Media Sosial dalam Kaitannya dengan Politik Elektoral

Fungsi media sosial dalam politik elektoral tercermin dari adanya penggunaan media sosial dalam menciptakan citra branding oleh seorang aktor politik.

|
Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Salwa Arrohim, Mahasiswi Universitas Andalas, Prodi Ilmu Komunikasi. 

Dalam hal ini, pengguna media sosial akan dapat langsung menilai bahkan menjustifikasi suatu informasi yang beredar di sosial media.

Dalam konteks penggunaan media sosial sebagai media komunikasi publik sebuah partai, proses komunikasi yang berjalan dalam lingkup publik merupakan komunikasi dalam situasi informal yang kemudian harus sejalan dengan fungsi komunikatif di masyarakat.

Dengan demikian artikel ini akan membahas mengenai penggunaan media sosial dalam proses komunikasi politik partai politik melalui marketing politik yang sesuai dengan kepentingan yang ada.

Melalui penggunaan media sosial sebagai media yang digunakan untuk komunikasi masif, khususnya pada komunikasi politik sebuah partai melalui marketing politik.

Sementara manfaat secara teoritis, kajian dalam penulisan artikel ini diharapkan menjadi landasan teori bagi penelitian lanjutan yang akan datang untuk pengembangan penggunaan marketing politik melalui media sosial dengan cara yang bijaksana.

Pembahasan  

Partai politik merupakan sarana yang memegang posisi dan peran yang sangat penting dalam proses sosialisasi politik yang ada di masyarakat.

Pernyataan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011, dimana partai politik memiliki fungsi sebagai pelaksana pendidikan politik.

Peran partai politik sebagai agen sosialisasi politik berkaitan dengan hadirnya partai politik sebagai pelaksana komunikasi publik.

Kepentingan partai politik dalam membangun citra di masyarakat, kemudian juga berhubungan dengan tujuan komunikasi politik yang dijalankan oleh partai politik.

Peran partai politik dalam membangun komunikasi massa selanjutnya dapat diimplementasikan ke dalam tujuan partai politik sebagai agen rekruitmen politik.

Dalam hal ini, proses yang terjadi berorientasi pada peningkatan elektabilitas pada pemilu.

Analisis Penggunaan Media Sosial sebagai Pembentuk Opini Publik

Sebagaimana diketahui penggunaan media sosial sebagai salah satu cara yang digunakan dalam membangun komunikasi publik, salah satu contoh partai yang memanfaatkan media sosial dalam membentuk opini publik adalah Partai Gerindra.

Hal tersebut terlihat dari adanya penggunaan media sosial seperti Twitter dan Instagram Partai Gerindra dalam mempengaruhi opini masyarakat mengenai partai tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved