Kupi Beungoh

Implementasi Pembentukan Opini Publik di Media Sosial dalam Kaitannya dengan Politik Elektoral

Fungsi media sosial dalam politik elektoral tercermin dari adanya penggunaan media sosial dalam menciptakan citra branding oleh seorang aktor politik.

|
Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Salwa Arrohim, Mahasiswi Universitas Andalas, Prodi Ilmu Komunikasi. 

Seperti misalnya Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang akan mengikuti kontestasi Pemilu 2024 yang menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi politik sebagai strategi pemenangan.

Ini bertujuan meningkatkan citra branding di masyarakat.

Penggunaan media sosial sebagai salah satu strategi pemenangan Partai Gerindra kemudian menghasilkan kepercayaan dan perhatian masyarakat terhadap Partai Gerindra, khususnya pada generasi muda yang menggunakan media sosial pada kebutuhan mengenai informasi maupun kondisi sosial yang ada. 

REFERENSI

Alfiyani, N. (2018). Media sosial sebagai strategi komunikasi politik. Potret Pemikiran, 22(1).

Berndt, R. (2013). Marketing: Marketing-Politik. Springer-Verlag.

Mukarom, Z. (2020). Teori-Teori Komunikasi. Bandung: Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Nasution, Z., & IP, S. (1990). Komunikasi Politik. Suatu Pengantar, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Wahyudi, W. (2022). Strategi Marketing Politik Media Sosial Pasangan Danny- Fatma pada Pemilihan Walikota Makassar Tahun 2020 (Doctoral dissertation, IAIN Parepare). 

PENULIS adalah Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas ANDALAS di Kota Padang, Sumatera Barat.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved