Kupi Beungoh
Implementasi Pembentukan Opini Publik di Media Sosial dalam Kaitannya dengan Politik Elektoral
Fungsi media sosial dalam politik elektoral tercermin dari adanya penggunaan media sosial dalam menciptakan citra branding oleh seorang aktor politik.
Partai Gerindra yang bercirikan partai nasional, melihat isu-isu sosial sebagai salah satu tujuan dalam membangun relasi di masyarakat.
Hal tersebut dapat dilihat melalui akun Twitter Gerindra yang banyak menginformasikan permasalahan sosial yang sedang terjadi melalui opini-opini publik sebagai bagian dari proses pengambilan audiens yang ada di sosial media.
Pemanfaatan akun media sosial dalam menginformasikan isu-isu sosial yang ada juga tercermin dari gaya komunikasi akun sosial media Twitter Partai Gerindra yang menggunakan proses penyampaian isu-isu sosial yang ada sejalan dengan perkembangan komunikasi yang sedang terjadi.
Berkaitan dengan tahun politik 2O24 yang akan mendatang, Partai Gerindra juga menggunakan media sosial dalam meningkatkan elektabilitas partai sesuai dengan pandangan yang ada di masyarakat.
Hal tersebut terlihat dari cara Partai Gerindra menginformasikan kandidat yang akan maju dalam kontestasi Pemilu mendatang, yaitu Prabowo Subianto itu sendiri, yang dalam hal ini merupakan tokoh elit yang sudah dikenal sebagian besar masyarakat.
Prabowo Subianto yang merupakan ketua umum partai dan sekaligus kandidat yang sudah ditetapkan untuk maju dalam pemilu yang akan datang.
Penggunaan sosial media sebagai media untuk menaikkan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai kandidat juga terlihat dari peningkatan citra branding yang dilakukan oleh Prabowo Subianto di media sosial.
Seperti yang terlihat dari akun Twitter Prabowo Subianto (@prabowo) yang menginformasikan segala kegiatan formalnya sebagai ketua partai dan Menteri Pertahanan di media sosial.
Salah satu yang belakangan ini telah menjadi perbincangan adalah dengan adanya unggahan Prabowo Subianto melalui akun Twitter-nya pada tanggal 12 Mei 2023 mengenai ucapan selamat kepada pemuda-pemudi Indonesia disertai unggahan swafoto yang menarik perhatian sejumlah besar pengguna Twitter di Indonesia.
Komunikasi massa yang dilakukan Partai Gerindra melalui media sosial tersebut diketahui mempengaruhi perspektif publik terhadap Partai Gerindra yang kemudian dapat mempengaruhi bagaimana pandangan masyarakat terhadap Partai Gerindra yang yang kemudian menghasilkan tingkat elektabilitas Partai Gerindra pada saat Pemilu.
Dalam konteks politik elektoral, hal tersebut dapat menciptakan antusiasme masyarakat terhadap branding kandidat yang ditetapkan oleh partai.
Hal ini terjadi karena adanya respon positif masyarakat terhadap akun media sosial partai tersebut yang selanjutnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang lebih jauhnya dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan masyarakat dalam memilih kandidat yang ada dalam Pemilihan Umum.
Kesimpulan
Pemanfaatan media sosial sebagai hasil dari adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu cara dalam komunikasi massa yang dilakukan oleh sebuah partai politik.
Pemanfaatan tersebut juga dapat digunakan sebagai wadah dalam membangun citra branding dalam politik electoral yang terjadi.
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.