Kupi Beungoh

Perempuankah Penyebab Korupsi?

Korupsi adalah suatu bentuk ketidakjujuran atau tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi yang dipercayakan dalam suatu jabata

|
Editor: Amirullah
For Serambinews
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Tetap Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Tidak hanya kaget, dari 3 orang perempuan yang saya mewawancarai, salah seorang dari mereka mengatakan bahwa: "sejak kejadian suaminya dinyatakan sebagai tersangka korupsi, ia stres sampai depresi tidak berani bertemu kawan-kawan, tidak berani bertemu keluarga, tidak berani keluar rumah,  sering menangis ketika tidak dilihat anak-anak, namun berusaha tegar di hadapan anak-anak dan keluarga besar.

Dia mencoba menutupi kepada anak-anaknya yang masih kecil agar jangan terganggu psikologinya, ketika anak-anak bertanya kemana ayah tidak pulang-pulang, dia  mengatakan bahwa ayah sedang kerja, sedang tugas atau sedang kuliah belum bisa pulang."

Akibat suaminya di penjara, perempuan ini yang tadinya perempuan rumahan, kemudian harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sekolah anak-anak.

Perempuan yang selanjutnya saya wawancarai ini penampilannya sederhana, namun bekerja sebagai ASN, beliau  berasal dari keluarga yang kaya. Hal ini nampak saya lihat dari rumah orang tuanya yang megah, rumahnya sebelum suami mendapat jabatan, besar, mewah, lantai lebih dari satu lantai. Sampai kemudian suaminya dinyatakan tersangka korupsi dan harus mengembalikan kerugian negara, harta warisan orang tua istri dijual untuk membantu suami.

Tidak hanya membawa efek terhadap ekonomi, efek terberat adalah tercemar nama baik diri dan keluarga, anak-anak ikut menanggung rasa malu, terlepas dari benar atau tidak suami yang bersangkutan melakukan korupsi. Akibat lainnya adalah stres, depresi, terganggu kejiwaannya, kejiwaan anak-anak dan keluarga besar.

Tidak jauh berbeda dengan perempuan yang ketiga, yang suaminya dinyatakan tersangka korupsi. Beliau mengatakan sangat kaget mendengar berita bahwa suaminya terlibat korupsi, kita dilihat beliau ini aktivitasnya di kantor dan mesjid. Karena sangat tidak menyangka, beliau sangat stres, sampai harus bolak balek memeriksakan diri ke rumah sakit,  diagnosa dokter kenak penyakit jantung dan magh yang parah.

Demikian berat pengaruh terhadap perempuan jika suami terlibat korupsi? Merusak fisik dan mental perempuan dalam hal ini perempuan yang merupakan istri sah, istri pertama laki-laki yang tersangka sebagai pelaku korupsi.

Kita lihat juga pejabat di beritakan melakukan korupsi, itu terjadi  berbarengan atau sesudah tersebar berita perselingkuhannya ia dengan perempuan lain atau malah sudah nikah siri tanpa sepengetahuan istri yang sah. Istri sendiri dan anak-anak terabaikan, ia sibuk membiayai selingkuhannya atau istri siri.

Ini menjadi catatan bahwa korupsi bukan karena perempuan dalam hal ini istri yang pertama, tapi karena keserakahan  ia sendiri, ingin punya istri lebih, sementara mengandalkan gaji ASN tentu tidak cukup untuk membiayai banyak perempuan.

Korupsi Itu Karena Serakah.

Korupsi di kantor, perempuan di rumah, kenapa kemudian perempuan yang salah ketika terjadi korupsi di kantor?

Jika hanya seorang ibu rumah tangga atau pekerja biasa, bagaimana perempuan itu bisa menjadi penyebab korupsi, yang hanya di rumah sebagai ibu rumah tangga yang sibuk dengan urusan anak, rumah dan melayani suami. Perempuan Itu bagaimana suaminya.

Bukankah sebuah kasus korupsi itu melibatkan banyak orang? Harus punya kekuasaan? Korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan banyak orang dalam sebuah kerjasama namun dirahasiakan, mulai dari pimpinan sampai kepada bawahan. Korupsi didukung oleh banyak orang, tidak hanya orang dalam satu pekerjaan yang sama, tapi bisa juga dengan orang yang berbeda pekerjaan namun memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.

Korupsi ini diatur sedemikian rupa, dengan cara yang cantik dan sangat rahasia, dengan satu kepentingan, lalu bagaimana  kemudian ada yang mengatakan bahwa korupsi Itu disebabkan oleh seorang perempuan yang seringkali tidak tau apapun dengan pekerjaan suami apalagi yang namanya korupsi.

Bagaimana perempuan bisa menjadi penyebab korupsi, sementara perempuan itu tidak punya akses ke dalam pekerjaan suaminya, tidak punya askses untuk merangkul dan melobi orang yang ada di dalam kantor suami, yang ada didalam jaringan kerjasama suaminya. Kenapa kemudian jadi perempuan yang disalahkan?

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved