Kupi Beungoh

Perempuankah Penyebab Korupsi?

Korupsi adalah suatu bentuk ketidakjujuran atau tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi yang dipercayakan dalam suatu jabata

|
Editor: Amirullah
For Serambinews
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Tetap Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Sebab-Sebab Korupsi

Dengan demikian,  kemungkinan besar korupsi itu disebabkan oleh hal-hal berikut ini.  Pertama, karena keserakahan pribadi itu sendiri atau kelompok, untuk mendapat uang yang banyak agar dapat membiayai  istri yang banyak, fasilitas hidup yang mewah. Dengan gaji ASN itu tidak mungkin, gaji ASN hanya sedikit.

Kedua; Honor pekerjaan sedikit, tuntutan pekerjaan yang banyak tidak sesuai dengan dana/modal/waktu/honor yang disediakan, pekerjaan harus dikerjakan tepat waktu, orang yang mengerjakan terbatas, pilihannya mencari bantuan orang/tenaga/jasa orang lain, untuk membayar orang/tenaga/jasa tersebut, pilihannya yang mudah adalah korupsi.

Ketiga, korupsi itu bisa dilakukan untuk mendapat uang cepat dan banyak, agar dapat memenuhi permintaan-permintaan atasan, jika tidak dipenuhi permintaan atasan, ia akan dilengserkan dari jabatan yang sudah ia terima. Ini menjadi  tekanan dan dorongan bagi seseorang mencari uang cepat untuk memenuhi permintaan atasan dengan cara korupsi.

Keempat, korupsi itu bisa dilakukan karena gaji yang kurang untuk mencukupi gaya hidup, ingin punya istri yang banyak,  perempuan simpanan, hobi yang mahal, dan pergaulan hidup  yang serba mewah.

Kelima, Korupsi itu bisa dilakukan oleh seseorang karena orang tersebut tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

Keenam, korupsi itu bisa terjadi karena seseorang itu tidak memiliki ilmu yang sesuai dengan pekerjaannya, sehingga ia melakukan penyimpangan dari aturan yang seharusnya atau karena kebodohannya ia diolah oleh pihak lain yang punya kepentingan untuk menjatuhkannya  atau memanfaatkannya.

Ketujuh, karena ada yang tidak senang dengan yang bersangkutan, sehingga dicari-cari kesalahan untuk menjatuhkannya dengan dibuat tuduhan korupsi.

Kedelapan, seseorang yang dijerat dengan kasus korupsi untuk sebuah kepentingan yang lebih besar.

Kesembilan, efek krisis ekonomi dalam rumah tangga.

Kesepuluh, sedang Allah berikan ujian.

Dengan demikian, kasus korupsi yang terjadi tidak tepat jika dikatakan sebab perempuan.
Karena bisa dipastikan, tidak ada perempuan (istri) yang tega dan senang melihat suaminya di penjara karena korupsi. Tidak ada seorang perempuan (ibu), yang senang anaknya korupsi.

Bukankah kita melihat,  seorang istri dan seorang ibu sangat terluka dan sedih ketika mengetahui suaminya atau anaknya terjebak korupsi.

Jika kemudian seorang laki-laki dinyatakan dengan sengaja melakukan korupsi, itu bisa disebabkan ia serakah,  atau dipaksa/terpaksa oleh keadaan,  dipaksa oleh atasan atau terpaksa dilakukan untuk mendapatkan uang cepat agar dapat memenuhi permintaan-permintaan atasan, untuk menjaga jabatan,  untuk membiayai perempuan simpanan, istri simpanan, bisa juga disebabkan oleh jebakan orang yang tidak menyenanginya, atau sebab dia tidak  paham karena tidak ada ilmu tentang pekerjaan yang ia lakukan.

Karena tidak paham, tidak ada ilmu, akibatnya ia melanggar aturan tanpa ia ketahui, atau  yang bersangkutan sedang Allah uji dengan kasus korupsi yang sengaja dilakukan atau tidak.

Oleh karena itu tidak tepat seorang  perempuan (istri dan ibu) disebut penyebab korupsi? Ibu dan istri adalah penyebab seorang laki-laki itu menjadi sukses.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved