Minggu, 31 Mei 2026

Kupi Beungoh

Perang Sabil Aceh, Seksualitas dalam Hikayat Prang Sabi

Selain strategi menggunakan pertempuran alusista, perang semesta juga menanamkan sebuah ideologi untuk memotivasi para pejuang.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Muhammad Arifin, Alumnus Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga 

Pemahaman terhadap perang sabil yang menjadi motivasi rakyat Aceh saat itu dijiwai oleh “Hikayat Prang Sabi”. 

Sebuah karya sastra yang dikarang pada akhir abad ke-19 oleh Teungku Chik Pante Kulu, seorang pemimpin perang dan ulama kharismatik Aceh.

Hikayat Prang Sabi memiliki fungsi yang pragmatis. Sajak-sajak heroiknya dapat menimbulkan efek-efek yang dapat membakar semangat perlawanan anti-kolonial. 

Seperti dalam kisah Ainul Mardhiah, pengarang menggunakan tema seksual untuk melukiskan bagaimana balasan yang begitu besar terhadap orang yang mati syahid dalam berperang.

Baca juga: Amalan-amalan Sunnah saat Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Bacaan Doa dan Dzikir

Syair dalam Kisah Ainul Mardhiah

Krueng Al kausar indah sangat

(Sangat indah telaga Al Kautsar)

Boeloeeng Muhammad karunia rabbi

(Hadiah yang diberikan kepada Muhammad)

Di Panghoelee neubri ke oemat

Baca juga: Sebentar Lagi Lebaran, Berikut Daftar PNS yang Tak Dapat THR dan Gaji ke-13 di Tahun 2024

(Yang mana Nabi akan memberikan kepada umat-Nya)

Yang na khitmat bak prang sabi

 (Kepada sesiapa yang berperang)

Tjeub siteugok rasa laen

(Seteguk Air memiliki rasa yang bervariasi)

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved