“Cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan yang inklusif, kampanye publik yang menyoroti pentingnya kesetaraan gender, dan pembentukan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender di semua aspek kehidupan,” pungkasnya.
Pertanyaan apakah laki-laki Aceh benar-benar patriarki dalam ranah domestik adalah kompleks dan tidak dapat dijawab dengan mudah.
Meskipun ada norma-norma patriarkis yang masih kuat, ada juga gerakan yang kuat menuju kesetaraan gender. Netizen memberikan berbagai perspektif tentang masalah ini, menyoroti kompleksitas masyarakat Aceh yang terus berubah. Yang jelas, perjalanan menuju kesetaraan gender membutuhkan kerja keras dan komitmen dari semua pihak, tanpa terkecuali.(*)
*) Penulis adalah mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry