Kupi Beungoh

Memahami Esensi Syariat Qurban

Ibadah qurban merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu.

|
Editor: Amirullah
ist
Dhia Ul Khalis, Mahasiswa Prodi KPI FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Oleh : Dhia Ul Khalis (Mahasiswa Prodi KPI FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Qurban adalah ibadah yang dilakukan umat muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah swt.

Ibadah ini memiliki makna yang mendalam dan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Artikel opini ini bertujuan untuk mengupas esensi syariat qurban berdasarkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.

Sejarah dan Landasan Syariat Qurban

Qurban berasal dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dalam Al-Quran, Allah menguji keimanan Nabi Ibrahim dengan memerintahkannya untuk menyembelih putranya yang sangat dicintainya.

Ketika Nabi Ibrahim dengan penuh ketaatan hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah menggantikannya dengan seekor domba. Peristiwa ini diabadikan dalam surat Ash-Saffat ayat 102-107.

Kisah ini menjadi simbol pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Tuhannya.

Makna Spiritual Qurban

Secara spiritual, qurban merupakan bentuk penghambaan dan ketundukan seorang Muslim kepada Allah SWT.

Melalui qurban, seorang Muslim mengekspresikan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah, serta menunjukkan kesediaan untuk berkorban demi memenuhi perintah-Nya.

Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 37: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu."

Ayat ini menegaskan bahwa yang paling penting dari qurban bukanlah daging atau darah hewan yang disembelih, melainkan ketakwaan dan niat tulus yang menyertainya.

Dimensi Sosial Qurban

Qurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat penting. Daging qurban dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga ibadah ini menjadi sarana untuk mempererat solidaritas dan kepedulian sosial.

Dalam masyarakat yang mungkin mengalami kesulitan ekonomi, distribusi daging qurban memberikan manfaat nyata dan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memiliki kelapangan, tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami" (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Hadis ini menggarisbawahi pentingnya berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan sesama, terutama dengan mereka yang kurang mampu.

Qurban sebagai Refleksi Kemanusiaan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved