Sabtu, 18 April 2026

Kupi Beungoh

Menelisik Konstruksi Identitas Diri Digital Natives di Media Sosial Instagram

Perkembangan teknologi komunikasi digital membawa imajinasi masyarakat menerobos batas-batas realitas sosial yang ada.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Ratna Sari, Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UTU/Pembelajar Komunikasi Lintas Budaya. 

Oleh Ratna Sari *)

Perkembangan zaman yang ditambah perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin pesat telah mengubah kehidupan masyarakat yang seakan-akan mempunyai dua kehidupan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu antara kehidupan didunia nyata dengan kehidupan dunia maya.

Terkhusus generasi Z saat ini yang membentuk serta mengekspresikan diri mereka dengan bebas di media sosial yang terhubung dengan dunia internet.

Perkembangan teknologi komunikasi digital membawa imajinasi masyarakat menerobos batas-batas realitas sosial yang ada.

Sehingga terjadilah realitas semu dengan memanipulasi realitas sosial yang nyata, seolah-olah manusia sebagai entitas sosial bergerak dan hidup dari dunia nyata ke dunia imajiner atau dunia maya seolah-olah nyata.

Teknologi internet mengalami perkembangan yang signifikan teknologi jaringan yang awalnya dari 1G kini sudah berkembang ke 4G.

Jaringan 4G, yang disebut-sebut sebagai teknologi yang tidak hanya menghubungkan manusia dengan manusia tapi juga mesin dengan mesin.

Bahkan saat ini perkembangan teknologi informasi dalam sepuluh tahun terakhir mempengaruhi perilaku komunikasi.

Digital natives merupakan generasi yang terbiasa menggunakan gawai (gadget) dalam kehidupan keseharian sedari mereka kecil.

Kemunculan aplikasi media sosial seperti Facebook, instagram, whatsapp dan lainnya dibarengi dengan perangkat komunikasi bersifat mobile.

Media sosial sebagai platform yang digunakan seseorang untuk berinteraksi satu sama lain dan membangun ikatan sosial dengan bertukar berita, informasi, video, dan konten lainnya.

Perubahan besar yang mengiringi kemajuan teknologi dan informasi berdampak pada setiap aspek kehidupan.

Individu dari semua usia semakin mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai macam informasi melalui perangkat digital dan internet.

Survei yang diselenggarakan oleh Asosiasi penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat 64,8 persen atau 171,17 juta dari 264,16 juta jiwa populasi penduduk Indonesia merupakan pengguna internet secara aktif.

Generasi digital native, yaitu generasi yang tumbuh dewasa dengan teknologi digital, telah terbiasa menggunakan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari mereka, termasuk dalam cara mereka berkomunikasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved