Jurnalisme Warga
Polwan dan Peran Unit Pelayanan Perempuan & Anak
Harapannya tentu setiap polwan yang telah mengikuti pendidikan kejuruan tentang PPA hendaknya memang diprioritaskan untuk bertugas di unit/Subdit PPA
Pendekatan-pendekatan keibuan dengan standar layanan yang baik setidaknya telah membuat para korban ataupun pendamping merasa lebih aman dan nyaman.
Beberapa kali saya mendampingi mahasiswa magang berkunjung ke Subdit PPA Polda Aceh maupun Porlesta Banda Aceh telah membuktikan kesan militer terasa ‘hommy’ dan kami mendapatkan sosok perempuan egaliter di subdit PPA walaupun jumlahnya masih terbatas.
Di lain sisi ksmi juga menemukan polisi laki-laki yang responsif terhadap korban perempuan dan anak.
Adapun lingkup tugas unit PPA yang perlu kita ketahui meliputi tindak pidana terhadap perempuan dan anak, yaitu perdagangan orang (human trafficking), penyelundupan manusia (people smuggling), kekerasan (secara umum maupun dalam rumah tangga), susila (perkosaan, pelecehan, cabul), vice (perjudian dan prostitusi), adopsi ilegal, pornografi dan pornoaksi, ‘money laundering’ dari hasil kejahatan tersebut di atas, masalah perlindungan anak (sebagai korban/tersangka), perlindungan korban, saksi, keluarga dan teman serta kasus-kasus lain di mana pelakunya adalah perempuan dan anak .
Penanganan di unit PPA tentunya sangat ditentukan oleh ketersediaan SDM yang responsif dan memiliki empati yang tinggi. Tidak harus Perempuan, bisa juga laki-laki, tapi karena sebagian besar korban adalah perempuan tentu akan lebih memudahkan jika polwan yang melakukannya.
Polwan biasanya memiliki kecakapan dan kesabaran yang lebih dalam menggali informasi. Di lain sisi, kecakapan khusus yang bersifat lebih teknis dan memiliki sertifikasi Sistem Peradilan Pidana Anak juga harusnya menjadi sebuah keharusan karena akan memberi jaminan dan peluang bagi para polwan memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih mumpuni dalam mengawal proses penegakan hukum dan keadilan kepada korban.
Harapannya tentu setiap polwan yang telah mengikuti pendidikan kejuruan tentang PPA hendaknya memang diprioritaskan untuk bertugas di unit/Subdit PPA.
Kebutuhan untuk menjaga standar pelayanan sesuai dengan Perkab Nomor 10 Tahun 2010 yang telah mengatur dengan sangat detil tentang tata kerja unit PPA adalah tuntunan yang harus menjadi role bagi yang bertugas dan kerja-kerja ini akan semakin baik dan semangat jika dibarengi juga dengan ketersediaan ruang khsusus yang nyaman, aman, dan ramah kepada korban dan keluarga. Terutama bagi anak-anak yang juga memerlukan fasilitas yang lebih spesifik berupa ruang dan alat permainan edukatif yang ramah anak.
Kawan-kawan di unit/subdit PPA telah menunjukkan koordinasi dan bisa bekerja sama dengan sangat baik, terkadang hubungan koordinasi mampu menembus level kedinasan karena berakhir menjadi hubungan pertemanan, bahkan persaudaraan tanpa sedikitpun mengurangi profesionalisme.
Akhirnya, dengan segenap cinta mewakili diri saya dan masyarakat perempuan dan anak, kami ingin memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas semua kerja keras yang telah dilakukan polwan di mana pun berada, wa bil khusus bagi teman-teman polwan di unit/subdit PPA. Tugas besar masih menunggu Anda.
Selamat Hari Jadi Ke-76 Polwan. “Bukan karena wanita, tapi karena wanitalah polwan ada.” Tetap semangat!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Amrina-Habibi-OKEH.jpg)