Konflik Palestina vs Israel
Gara-gara IDF, Netanyahu Terkurung di Negaranya Sendiri, Tunda Pergi ke New York karena Takut
Penundaan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi setelah Israel melancarkan agresi terhadap sebuah bangunan perumahan di pinggiran Lebanon
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Menteri Pertahanan Yaman mengatakan angkatan bersenjata negaranya siap untuk perang panjang melawan Israel.
Dia menambahkan kalau membela Palestina melawan rezim perampas kekuasaan adalah "tugas agama."
"Tentara Yaman memegang kunci kemenangan, dan siap untuk perang panjang yang melelahkan melawan rezim Zionis yang merampas kekuasaan, para sponsor dan sekutunya," kata Mayor Jenderal Mohammad al-Atifi pada Kamis (19/9/2024) dilansir MNA, Sabtu (21/9/2024).
Ia menekankan kalau, "Menunjukkan solidaritas dengan kampanye sah bangsa Palestina melawan pendudukan Israel dan memberikan dukungan bagi Masjid al-Aqsa serta orang-orang tertindas di Jalur Gaza merupakan salah satu prinsip dasar Yaman."
"Perjuangan kami melawan entitas Zionis Nazi berakar kuat dalam keyakinan kami. Kami sangat menyadari fakta bahwa kampanye ini merupakan tugas suci dan religius yang membutuhkan pengorbanan yang luar biasa," kata Atifi.
Ia menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi besar-besaran, dan memiliki kemauan keras dan tekad untuk perang berkepanjangan.
Rakyat Yaman telah menyatakan dukungan terbuka mereka terhadap perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel sejak rezim tersebut melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza pada 7 Oktober tahun lalu, yang telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina hingga saat ini.
Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan serangan sampai serangan darat dan udara Israel yang tak henti-hentinya di Gaza berakhir.
Seorang pejabat senior Yaman telah memperingatkan Amerika Serikat dan rezim Israel bahwa “hari-hari mendatang penuh dengan kejutan.”
Pada Jumat (20/9/2024), kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, Marsekal Lapangan Mahdi Mohammad Al-Mashat, mengucapkan selamat kepada Pasukan Roket militer negara tersebut atas keberhasilan mereka dalam menyerang target militer di Tel Aviv dengan rudal hipersonik Palestine 2.
Al-Mashat mengklaim kalau rudal itu melewati dan menembus semua lapisan sistem pertahanan Amerika, Inggris, dan Israel, PressTV melaporkan.
Ia menegaskan bahwa “hari-hari mendatang penuh dengan kejutan.”
“Operasi kami akan terus berlanjut selama agresi dan pengepungan di Gaza masih berlangsung,” katanya.
Al-Mashat juga menegaskan kembali pendirian Yaman yang teguh dan berprinsip dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas sampai tanah yang diduduki dibebaskan dari pendudukan Israel.
"Tidak ada kekuatan di dunia yang dapat menghalangi kita dari keputusan ini, terlepas dari biaya atau tantangannya," tambahnya.
Trump Sesumbar Akhiri Perang Gaza dalam Dua Pekan di Tengah Serangan Israel yang Terus Meningkat |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Trump Siapkan Rencana Gaza Pasca-perang, Warga Palestina Khawatir Jadi Korban Relokasi Paksa |
![]() |
---|
Enam Orang Tewas dan Puluhan Terluka Akibat Serangan Israel ke Ibu Kota Yaman, Houthi Janji Balas |
![]() |
---|
Israel Serang Ibu Kota Yaman dengan Bom Cluster, Menargetkan Infrastruktur Sipil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.