Jurnalisme Warga

Semarak Pengabdian Mahasiswa pada Musim Durian

Hampir saban hari lalu lintas wilayah barat Aceh menggeliat padat dari biasanya karena para “pemburu” (hunter) durian kompak menyasar kawasan ini.

Editor: mufti
IST
Muhammad Heikal Daudy SH MH 

Adapun pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan KKN sendiri merupakan manifestasi dari pengejawantahan dari tridarma perguruan tinggi (baca: Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah) dan menjadi agenda utama secara rutin sebagaimana dilakoni oleh Bapel KKN Unmuha yang telah melangsungkan kegiatan ini selama belasan kali.

Secara terencana, kegiatan KKN Unmuha dirangkai melalui tahapan, antara lain, a) prakegiatan dengan pelaksanaan survei awal dan pemilihan calon lokasi hingga pembekalan (coaching) peserta, lalu dilanjutkan dengan b) tahapan saat berlangsungnya kegiatan di mana agenda-agenda yang telah disusun dan dimatangkan mulai diimplementasikan di tempat melalui pendampingan dari para dosen yang ditunjuk, dan terakhir 3) tahapan pascakegiatan, yakni pendokumentasian hasil kegiatan dalam bentuk laporan akhir, disajikan menurut pedoman yang telah disosialisasikan kepada para peserta sebelumnya.

Untuk mencapai hasil maksimal—sebagaimana diharapkan dari setiap tahapan penyelenggaraan KKN Unmuha tersebut—sosialisasi dan pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan KKN senantiasa memperoleh pengawasan (supervisi) berikut pula pendampingan (asistensi) langsung dari segenap pimpinan universitas, para dosen hingga para pemangku kebijakan terkait. Mulai dari pimpinan pemerintahan daerah kabupaten/kota sampai kepada struktur pemerintahan di tingkat kecamatan hingga gampong.

Bagi Unmuha sendiri, peran aktif Rektor Dr Aslam Nur, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Asnawi Abdullah PhD., turut disertai oleh Bapel KKN berikut sejumlah dosen pendamping lapangan (DPL), pada saat melepas dan mengantarkan secara langsung seluruh peserta KKN Unmuha Angkatan XIV ke lokasi pada Juli lalu. Mendapat sambutan hangat dan apresiasi yang tinggi dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), karena menilai bahwa pimpinan universitas bersama seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN pada kesempatan ini dinilai serius dan peduli dengan keadaan masyarakat di tempat tersebut. Demikian gambaran kesimpulan dari arahan-arahan yang disampaikan langsung oleh Plt Camat Lhoong,  Adi Dharma MPd.

Tak cukup sampai di situ, dalam arahannya Camat Lhoong mengharapkan dengan kehadiran para mahasiswa peserta KKN Unmuha Angkatan XIV, selain dapat belajar dan menimba pengalaman secara langsung dari masyarakat, para mahasiswa juga dapat menggali potensi yang selama ini ada dan bersemanyam di alam pegunungan, daratan hingga lautan Lhoong, guna mampu diidentifikasi dan diangkat ke permukaan.

Oleh karena, jika diamati secara kasatmata dan komprehensif potensi di wilayah Lhoong sangat lengkap, baik di darat maupun di laut yang selama ini masih belum maksimal diintensifkan pengelolaannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lhoong itu sendiri.

Harapan sebagaimana diungkapkan oleh Camat Lhoong tersebut tak ayal telah memantik energi positif segenap mahasiswa peserta KKN Unmuha Angkatan XIV 2024 untuk berbuat yang terbaik, tulus ikhlas, dan sepenuh hati melaksanakan seluruh agenda kegiatannya sebagai bentuk pangabdian dalam arti yang sesungguhnya kepada masyarakat di lokasi.

Alhamdulillah, sampai masa KKN berakhir, keberadaan para peserta KKN Unmuha di Kecamatan Lhoong digambarkan sangat antusias, responsive, dan komunikatif dalam menjalin interaksi bersama warga.

Keberadaan para mahasiswa di lokasi pengabdian, khususnya masyarakat pedesaan, memiliki arti khusus dan kedudukan tersendiri di hati masyarakat setempat. Rutinitas kegiatan dan keseharian kehidupan yang dijalani masyarakat menjadi lebih bernilai dan berbeda dari biasanya.

Lhoong telah menjadi perekat bagi para penimba ilmu, wisatawan, para begawan hingga sejarawan. Pesona Lhoong tidak semata karena panorama alamnya yang indah bak permata, atau manis legit rasa buah durian yang memanjakan lidah para penikmatnya. Lhoong adalah wilayah dengan puluhan bahkan ratusan situs purba yang mendunia. Ada bukti sejarah bahwa gempa dan tsunami pernah terjadi sejak dahulu kala di kawasan ini. Jejak tsunami purba itu terekam di dasar Guha Ek Luntie, Loong, Aceh Besar.

Besar harapan banyak pihak yang menginginkan KKN di mana pun kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diselenggarakan di seluruh pelosok Nusantara oleh perguruan tinggi, dapat menepis sekaligus mengikis adanya anggapan yang menyatakan bahwa keberadaan kampus selama ini jangan lagi “bak menara gading”. Sebuah stigma yang sama halnya memosisikan kampus tidak tersentuh oleh problematika kehidupan masyarakat. Nah!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved