Jurnalisme Warga

HUT Ke-25 Bireuen, Merajut Asa dan Merindukan Kehadirannya

Bireuen juga dikenal sebagai Kota Santri karena kabupaten ini memiliki pesantren terbanyak di Aceh dengan jumlah santrinya mencapai 51.000 orang.

Editor: mufti
IST
Feri Irawan SSi MPd, Kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen 

Meskipun faktor anggaran bukan satu-satunya yang menjadi determinan masalah yang ada di Bireuen, tetapi faktor anggaran adalah basis dari segala faktor lainnya. Maka dari pemetaan masalah ini, kita bisa menentukan siapa sosok yang paling dibutuhkan oleh Bireuen ke depannya.

Pada posisi ini, siapa pun pemimpinnya jika Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) kita terbilang minim, maka sedikit kemungkinan bisa berbuat banyak untuk daerah ini. Akibatnya, terjadi disparitas pembangunan. Maka, pemimpin yang paling dibutuhkan Bireuen ke depan adalah pemimpin yang mampu menambah jumlah APBK secara signifikan. Inilah dasar dan sumber dari pembangunan itu sendiri.

Kita bisa membayangkan bahwa jika terjadi penguatan APBK yang kemudian dikelola oleh orang kreatif, maka dipastikan Bireuen akan jauh lebih terdongkrak dari pola lama yang biasa-biasa saja selama ini.

Mendapatkan sosok seperti itu memang sangat sulit, tapi setidaknya wacana seperti ini sejatinya mulai disuarakan di musim pilkada ini agar perdebatan publik lebih berisi. Bisa jadi dengan esensi perdebatan tersebut menjadi sugesti publik untuk mendapatkan pemimpin seperti itu, sehingga terjadi paksaan terhadap siapa pun yang ingin berkontestasi ke depan bahwa inilah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Bireuen saat ini.

Sebagai contoh sederhana adalah terkait dengan eksistensi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merupakan salah satu sumber PAD.  Seandainya pemimpin itu kreatif, maka seharusnya PDAM itu bisa dikembangkan untuk membuat produk kemasan air mineral sebagai bagian dari elaborasi PDAM, di mana kebijakan nantinya bahwa seluruh instansi pemerintah diwajibkan menggunakan kemasan air minum tersebut dalam setiap kegiatan pemerintahan.

Kebijakan ini akan menambah nilai PAD meskipun sifatnya sederhana. Contoh ini menjadi salah satu analogi sederhana mengapa pemimpin kreatif itu sangat penting dalam membangun Bireuen ke depan.

Oleh karena itu, agar Bireuen benar-benar mampu mengubah wajah menjadi wajah yang lebih bersinar, maka pada posisi ini kita tidak lagi berbicara siapa yang paling populer atau tidak, siapa yang gambarnya paling sering muncul di media atau tidak, melainkan siapa yang mampu menyelesaikan berbagai masalah Bireuen saat ini.

Siapa pun dia, apakah dia seorang politisi, birokrat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pengusaha, akademisi, dan bahkan mantan preman sekalipun, jika dia mampu meningkatkan APBK secara signifikan, maka itulah calon pemimpin yang paling dibutuhkan oleh Bireuen ke depannya.

Jika kita mau naik kelas, maka tinggalkanlah pola konservatif dan mulailah mengedepankan pikiran progresif. Selamat milad ke-25 Kabupaten Bireuen.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved