KUPI BEUNGOH
Menggagas Aceh Dialogue
Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, pada bulan September lalu merupakan salah satu kesempatan untuk menguji kemampuan Aceh
Kalau kita lihat lebih dekat, kedua kebijakan yang diambil oleh Tun Mahathir ini bermuara pada satu kata yaitu relevan.
Rupanya, Tun Mahathir menjadikan relevansi sebagai salah satu pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan ketika dia menjadi Perdana Menteri.
Impaknya adalah selama lebih kurang dua dekade saat ia menjadi Perdana Menteri, Malaysia menjadi salah satu negara yang sangat pesat kemajuannya.
Pada masa yang sama, Malaysia sering dipercayakan untuk menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang membuat negara jiran kita ini senantiasa relevan di mata dunia.
Melihat kondisi Aceh hari ini, dengan segala potensi yang ada, terutama sekali sumber daya manusia (SDM) baik yang di Aceh ataupun diaspora Aceh di mancanegara, kita optimis peluang Aceh mencapai kemajuan yang pesat dan relevan di mata dunia terbuka lebar.
Bagaimana caranya menjadikan Aceh relevan?
Di sini penulis melihat bahwa salah satu agenda strategis yang perlu dilakukan adalah mengadakan Aceh Dialogue, forum tahunan bertaraf internasional.
Pertanyaannya adalah apa itu Aceh Dialogue dan bagaimana pula formatnya, serta mengapa forum ini bisa menjadikan Aceh relevan di level internasional?
Aceh Dialogue adalah forum internasional yang diproyeksikan menjadi tempat para delegasi yang terdiri dari pengambil kebijakan, tokoh-tokoh industri, akademisi, tokoh masyarakat dan LSM, investor dan pengusaha bertukar pengetahuan dan pengalaman, pikiran dan gagasan dalam berbagai bidang untuk dijadikan sebagai rujukan dan inspirasi, yang akan diimplementasikan baik di Aceh ataupun di negara tempat para delegasi tersebut berasal.
Sedangkan fokus isu yang menjadi diskursus antara lain mencakup ekonomi, pendidikan, perempuan dan generasi muda, sosial, lingkungan, teknologi dan inovasi, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta pembangunan pasca konflik dan bencana.
Aceh Dialogue akan menjadi platform di mana berbagai fokus isu dibicarakan untuk mendapatkan solusi atas masalah-masalah universal yang dihadapi di seluruh dunia. Aceh sendiri tentu mempunyai kepakaran dan pengalaman yang luas dalam bidang-bidang tertentu seperti resolusi konflik dan pembangunan komprehensif pasca perang dan bencana untuk dibagi dengan dunia luar.
Pengalaman Aceh yang luas dalam kedua bidang ini saja, tentu mampu membuat Aceh senantiasa relevan untuk memberikan kontribusi bagi delegasi lain.
Sudah pasti banyak kepakaran lain di Aceh yang relevan untuk diperkenalkan dan diberi ruang melalui forum tahunan ini.
Agenda Aceh Dialogue
Bentuk kegiatan yang bisa dilakukan terbagi dua, kegiatan utama dan serangkaian kegiatan pendukung.
Kegiatan-kegiatan itu antara lain Keynote Address, konferensi baik bersifat panel maupun sesi bersifat high-level, sesi khusus bersama VIP, jamuan makan malam dan networking, eksibisi produk UMKM, penandatanganan dokumen kerjasama dan peluncuran produk, pertemuan bisnis yang terjadwal, dan bermacam kegiatan lainnya yang bisa saja variatif setiap tahunnya.
| Kupiah Meukeutop dan Nama Besar Kampus Aceh: Menjaga atau Mengerdilkan? |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas: Alarm Karakter dan "Eksploitasi Keikhlasan" |
|
|---|
| Serahkan Urusan pada Ahlinya, Jika Tidak Maka Tunggulah Kehancuran |
|
|---|
| Mendesain Ulang Arah Pendidikan Kita |
|
|---|
| Stigma Gembel, Mengapa Jalan Kaki di Banda Aceh Dipandang Sebelah Mata? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fahmi-m-nasir.jpg)