Kupi Beungoh
Perempuan di Belakang Layar Pilkada Aceh
Pasangan yang cerdas dan mampu membaca peluang seperti ini tidak dimiliki oleh semua paslon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Aceh
Foto atau informasi tentang Dek Fadh di media masa lebih banyak fokus pada organisasi politik dan aktifitas partai politik yang dipimpinnnya.
Publikasi ke ruang publik kurang atau tidak sama sekali melibatkan keluarga atau sengaja untuk tidak diekspos.
Sehingga bagaimana kiprah keluarga dan istri khususnya terhadap perjuangan Dek Fadh menuju Aceh 2 tidak banyak diketahui publik.
Sementara itu, Dr. Sarina Aini, Lc, M.Ag atau istri Syekh Fadhil bisa dikategorikan cukup aktif mempublikasikan rutinitas kesehariannya di media sosial, baik sebelum pencalonan Syekh Fadhil sebagai wakil Om Bus apalagi setelah pencalonan suaminya sebagai wakil gubernur.
Ibu Sarina memiliki kapasitas yang lumayan mumpuni di samping sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.
Sebagai seorang ilmuan, Ibu Sarina menekuni berbagai profesi dan dijalankannya secara aktif di ruang publik. Ia seorang dosen, pendakwah, organisatoris, dan aktivis sosial keagamaan.
Semenjak Syekh Fadhil mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur, Ibu Sarina meningkatkan sinerginya untuk memperkenalkan cita-cita dan harapan suaminya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Aceh.
Ikhtiar membawa hasil
Ia melakukan sejumlah aktivitas amal, seperti membawa ibu-ibu bertakziyah ke kediaman alm Tu Sop, ulama kharismatik Aceh, mengunjungi korban banjir di Salim Pinim Kecamatan Tanoh Alas Aceh Tenggara, pulang kampung ke tanah Gayo dan mengajak masyarakat Gayo mendukung perjuangan Syekh Fadhil, menyampaikan ceramah maulid bersama jamaah ibu-ibu, sharing dan diskusi masalah parenting dengan sejumlah kelompok perempuan, mengisi pengajian Salimah Sabang, mengasuh Pengajian Subuh bersama jamaah perempuan, menyampaikan ceramah maulid bagi ibu-ibu di lingkungan pemerintah dan sosial, mengisi kajian keislaman di radio dan telivisi, sharing ide at Pokat (Podcast IKAT), turut aktif pada Safari Dakwah Daiyah Kota Banda Aceh.
Menurutnya perempuan harus berbuat dan bukan hanya laki-laki saja yang berbuat, Aceh ini bukan tentang laki-laki saja tetapi tentang perempuan. Masalah hasil dari apa yang diusahakan ini adalah tentang takdir, kita hanya diminta untuk ikhtiar, demikian ia pernah mengatakan kepada media jurnalis suatu ketika.
Mencermati peran dan kontribusi para perempuan hebat ini kiranya bisa kita katakan bahwa ikhtiar mereka sungguh luar biasa untuk mengkampanyekan sosok, visi dan misi serta program pembangunan yang bakal dilaksanakan jika suami mereka terpilih nanti.
Saya kira keterliban para istri hebat ini dalam mempromosikan masing-masing suami mereka sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat. Mereka akan menilai mana sosok pendamping pasangan calon yang memiliki kapasitas sehingga nanti dapat mengkontribusikan gagasan-gagasan pembangunan yang memihak kepada rakyat bawah.
Jika boleh dibanding-bandingkan dari ketika istri kandidat yang akan menuju ke Aceh 1, maka secara kasat mata dapat dikatakan bahwa Ibu Sarina Aini sepertinya sedang berada di lini terdepan untuk saat ini.
Semoga kiprah perempuan yang mendampingi calon pemimpin Aceh ke depan semakin nyata dampaknya kepada masyarakat Aceh secara keseluruhan. Semoga!
Penulis adalah Akademisi Darussalam dan Dosen UIN Ar-Raniry.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.