Jurnalisme Warga
22 Tahun Universitas Almuslim
Pendirian awal Jami’ah Almuslim, diprakarsai Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap (Ulama) dan beberapa tokoh ulama lainnya
ZULKIFLI, M.Kom., Dosen Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen
Universitas Almuslim, disingkat Umuslim, merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Sejarah kampus ini dimulai 21 Jumadil Akhir 1348 Hijriah, bertepatan dengan 24 November 1929 M, ditandai dengan didirikannya organisasi Jami’ah Almuslim (sekarang Yayasan Almuslim Peusangan).
Pendirian awal Jami’ah Almuslim diprakarsai oleh Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap (ulama) dan beberapa tokoh ulama lainnya, didukung oleh uleebalang (umara) Peusangan, Ampon Chik Peusangan (Teuku Chik Peusangan Muhammad Johan Alamsyah).
Beliau mewakafkan tanahnya untuk pendirian beberapa gedung tempat belajar yang bertujuan untuk melawan penjajahan Belanda.
Namun, setelah Indonesia merdeka, lembaga Jami’ah Almuslim sempat tenggelam tanpa aktivitas.
Awal mula lahirnya perguruan tinggi dimulai tahun 1984, dipelopori oleh almarhum M.A. Jangka, Camat Peusangan (Peusangan sebelum pemekaran).
Ia mengajak tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan Peusangan dan meminta dukungan sejumlah proyek vital di Lhokseumawe, serta mengumpulkan sejumlah alumni yang pernah menempuh pendidikan di Jami’ah Almuslim. Termasuk menjemput dua putra Peusangan yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah, yaitu H Ilyas Daud Lc dan H Jakfar Yusuf Lc, agar pulang kampung untuk mengaktifkan kembali lembaga yang sudah dikenal luas pada masa penjajahan Belanda itu. Mereka diminta merevitalisasi lembaga sesuai dengan perundang-undangan Indonesia, yakni dalam bentuk yayasan.
Saat awal menghidupkan kembali lembaga ini, panitia sempat melahirkan sejumlah sekolah, seperti Diniyah Almuslim, Pesantren Pertanian Almuslim, MTs Almuslim, Madrasah Aliyah Almuslim, dan SMA Almuslim.
Tahun 1985, lahir pula Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Almuslim. Ini merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama di lingkungan Yayasan Almuslim Peusangan.
Saat proses awal mendirikan perguruan tinggi, sejumlah pihak sempat ragu. Mereka menganggap ide tersebut “cet langet”, dan diibaratkan laksana "arit mengait bulan”. Dengan kata lain, tidak mungkin bisa di sebuah kecamatan akan lahir perguruan tinggi.
Dalam situasi keterbatasan, cemoohan, dan pesimistis sejumlah pihak saat itu, dibangunlah kekompakan dan kebersamaan yang dibarengi dengan kerja keras.
Alhamdulillah, kerja keras panitia membuahkan hasil sekaligus mematahkan pesimistis sejumlah pihak. Atas perintah Camat Peusangan M.A. Jangka, sejumlah kepala desa yang usianya rata-rata di atas kepala lima, didaftarkan jadi mahasiswa angkatan pertama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Almuslim, sekarang Universitas Almuslim Aceh.
Begitulah kisah awal upaya mendirikan perguruan tinggi di kampung dengan kondisi penuh keterbatasan.
Setelah terwujudnya pendirian STIT, berikutnya lahir pula Sekolah Tinggi Pertanian (STP), disusul Sekolah Tinggi Ilmu Kependidikan (STKIP) dan Akademi Manajemen Komputer (Amik) Almuslim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kabag-humas-umuslim-zulkifli-mkom-informasikan-soal-pemilihan-rektor.jpg)