Jurnalisme Warga
Tradisi Memburu Tanda Tangan Penceramah di Bulan Ramadhan
Apa yang membuat bulan Ramadhan begitu istimewa? Bulan Ramadhan adalah bulan mulia dan begitu istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia.
Nah, tradisi ini diperkirakan telah muncul dan mulai berkembang pada akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21. Semakin berkembangnya zaman, semakin meningkat pula perhatian sekolah terhadap evaluasi dan perkembangan karakter agama para siswa.
Sisi baik lain dalam tradisi ini adalah para siswa dapat melakukan aktivitas beribadah dengan lebih teratur.
Selain itu, juga dapat memicu dan mendorong para siswa untuk menguatkan iman mereka dengan membuat mereka terbiasa dengan ibadah-ibadah yang akan memancing mereka agar melanjutkan kebiasaan-kebiasaan tersebut walaupun Ramadhan telah berlalu.
Selain itu, tradisi ini dapat memberi secercah empati pada jiwa para siswa melalui catatan kegiatan sosial seperti bersedekah, infak, dan membantu orang tua. Orang tua pun bisa lebih memantau anak-anaknya, sedangkan para guru dapat membimbing siswanya dalam beribadah serta memperbaiki akhlak mereka.
Bukan hal mudah
Akan tetapi, buku agenda Ramadhan ini tentunya juga memiliki beberapa kekurangan, lebih tepatnya tantangan bagi para pelajar itu sendiri. Contoh tantangan yang dapat saya cermati selama mengisi buku agenda Ramadhan ini, mungkin beberapa pelajar mengisi buku ini hanya karena tuntutan dari sekolah, bukan karena kesadaran diri. Ini dapat merusak misi utama adanya buku agenda tersebut, yaitu untuk menyadarkan para siswa serta mengevaluasi jiwa-jiwa mereka dalam mengerjakan ibadah, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan.
Selain itu, bagi para siswa, senantiasa mengisi agenda dengan konsisten bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi para siswa akan merasa terpaksa untuk selalu membawa buku agenda ke masjid atau ke balai pengajian yang akan makin menyusahkan mereka yang tidak suka dengan hal-hal yang ribet.
Oleh karena itu, guru dan orang tua juga harus meningkatkan pengawasan kepada anak-anak mereka dan bukan menjalankannya menjadi hanya sekadar formalitas belaka.
Oleh karena itu, saya berharap supaya tradisi ini akan terus berlanjut di masa mendatang dan semoga kita menjadi generasi yang menjadi teladan dan kebanggaan bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SAFRUL-FAJRYAN.jpg)