Kamis, 7 Mei 2026

Kupi Beungoh

Idul Fitri di Aceh, Menjaga Tradisi yang Sehat

Aceh, yang dikenal dengan “Serambi Mekkah” merupakan daerah di mana masyarakatnya mengenal Idul Fitri bukan hanya sebagai peristiwa religius. 

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Ns Ernita, SKep, Mahasiswi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh 

Oleh: Ns Ernita, SKep *)

Idul Fitri merupakan moment istimewa bagi umat Islam, termasuk masyarakat Aceh yang memiliki tradisi khas dalam menyambut hari kemenangan.

Aceh, yang dikenal dengan “Serambi Mekkah” merupakan daerah di mana masyarakatnya mengenal Idul Fitri bukan hanya sebagai peristiwa religius. 

Tetapi juga sebagai budaya yang sarat dengan tradisi khas seperti takbiran, silaturahmi, ziarah kubur, dan menikmati hidangan khas seperti kuah beulangong, sie reuboh, mie Aceh, timphan, dan lainnya. 

Namun terdapat berbagai tantangan kesehatan yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Pola makan yang tidak seimbang, peningkatan mobilitas yang signifikan, serta kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan menjadi faktor utama yang memicu berbagai masalah kesehatan.

Hal ini harus menjadi perhatian masyarakat agar tradisi tetap berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif.

Baca juga: Termasuk Mandi Sebelum Shalat Ied, Berikut Ini Amalan Sunnah di Pagi Hari Raya Idul Fitri

Manajemen promosi kesehatan yang baik memegang peran penting dalam menjaga tradisi yang sehat selama merayakan Idul Fitri.

Tradisi Idul Fitri di Aceh dan Dampaknya terhadap Kesehatan

Aceh memiliki budaya yang erat dengan nilai-nilai Islam, yang juga berpengaruh terhadap pola hidup masyarakatnya.

Beberapa kebiasaan perlu diperhatikan dari perspektif kesehatan selama merayakan Idul Fitri. “Meugang” yaitu tradisi memasak dan mengonsumsi daging dalam jumlah besar biasanya dilakukan sebelum merayakan Idul Fitri.

Perayaan Idul Fitri seringkali diawali dengan gema takbir yang bergema di seluruh masjid dan meunasah.

Malam takbiran diwarnai dengan pawai obor dan bedug yang menambah semarak suasana. Keesokan harinya, masyarakat berbondong-bondong melaksanakan Shalat Id di mesjid-mesjid atau lapangan terbuka.

Baca juga: Prof Syahrizal Abbas di Masjid Taqwa Lhong Raya, Ini Daftar Khatib Shalat Ied di Banda Aceh Besok

Dilanjutkan tradisi “ziarah kubur” untuk mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Masyarakat juga saling bersilaturrahmi sambil menikmati hidangan khas seperti kuah beulangong, timpan dan aneka kue manis lainnya yang disajikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved