Kupi Beungoh
Idul Fitri di Aceh, Menjaga Tradisi yang Sehat
Aceh, yang dikenal dengan “Serambi Mekkah” merupakan daerah di mana masyarakatnya mengenal Idul Fitri bukan hanya sebagai peristiwa religius.
Konsumsi hidangan khas yang berlebihan selama Idul Fitri berisiko dapat meningkatkan kadar gula dan kolesterol.
Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional (IDF) 2021, Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia, sebanyak 19,5 juta penderita.
Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045 bila tidak segera ditangani.
Menurut catatan Kemenkes, prevalensi diabetes di Indonesia pada tahun 2023 adalah 11,7 persen.
Baca juga: Lafaz Takbir di Malam Idul Fitri, Ini Waktu Mulai Mengumandangkan Takbir, Termasuk di Pagi Hari Raya
Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2018 yang tercatat 10,9 persen.
Masyarakat Aceh merayakan Idul Fitri dengan berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi ini mencerminkan eratnya nilai kebersamaan dan gotong royong di dalam masyarakat.
Namun, tradisi meugang, ziarah kubur, berkunjung ke rumah sanak saudara dan perjalanan mudik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular dan penyebaran penyakit menular.
Selain itu, peningkatan jumlah konsumsi makanan dalam kemasan plastik sering kali menyebabkan lonjakan banyaknya sampah di lingkungan sekitar.
Penyakit yang Rentan Muncul saat Idul Fitri.
Baca juga: Melodi Takbiran Ustaz Jefri Al Buchori Meriahkan Malam Idul Fitri Nanti Malam, Ini Lirik dan Artinya
Beberapa penyakit yang sering muncul atau meningkat jumlah kasusnya selama Idul Fitri antara lain:
Pertama, hipertensi dan penyakit jantung yang terjadi karena konsumsi makanan tinggi garam dan lemak.
Kedua, diabetes dan gangguan pencernaan akibat dari konsumsi berlebihan makanan manis seperti kue khas Idul Fitri dan konsumsi makanan berlemak dan pedas secara berlebihan.
Ketiga, infeksi saluran pernapasan yang muncul dari interaksi sosial yang tinggi sehingga meningkatkan risiko penularan virus dan bakteri penyebab flu dan batuk serta polusi udara dari asap kendaraan selama mudik.
Keempat, keracunan makanan dikarenakan penyajian makanan dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu lama sehingga meningkatkan risiko makanan terkontaminasi bakteri dan kurangnya kesadaran terhadap kebersihan dalam pengolahan makanan serta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ns-Ernita-soal-Idul-Fitri.jpg)