Senin, 4 Mei 2026

Meuseuraya Akbar 2025

Meuseuraya Akbar 2025 Pidie, Serukan Kesadaran Baru terhadap Sejarah Aceh

Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA), Mizuar Mahdi menegaskan bahwa anggapan selama ini bahwa sejarah Aceh sudah selesai adalah keliru.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
pembukaan acara Meuseuraya Akbar di Gedung Meusapat Ureung Pidie, Minggu (26/5/2025) malam. 

Kegiatan ini mengadopsi semangat gotong royong atau kerja sama lintas masyarakat atau komunitas yang dikenal dalam budaya Aceh sebagai "meuseuraya."

"Program ini melibatkan masyarakat lokal, akademisi, lembaga kebudayaan, dan pemerintah, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi identitas budaya Aceh," ujar Iskandar, Minggu (25/5/2025).

Baca juga: Peneliti Tulisan Kuno Sebut Pidie sebagai Pusat Peradaban Islam Aceh, Ajak Meuseuraya di Cot Gunduek

Selain pembukaan pameran, rangkaian acara lainnya yang diadakan MAPESA yaitu kegiatan tur anak tur ke berbagai situs sejarah, seperti ke Makam Sultan Ma’ruf Syah di Gampong Dayah Tanoh, Kemukiman Klibeut, Kecamatan Pidie, dan tur ke Benteng Kuta Asan serta penanaman pohon pada Senin, (26/5/2025), lalu workshop kebudayaan yang akan digelar di salah satu hotel di Kota Sigli pada Selasa (27/5/2025).

Sementara puncak acaranya akan diadakan pada Rabu (28/5/2025), yaitu meuseuraya akbar dan khanduri jeurat yang dilaksanakan di Gampong Cot Geunduek, Pidie

Rangkaian acara Meuseuraya Akbar akan ditutup dengan pelaksanaan duek pakat pada Kamis (29/5/2025) di salah satu hotel di Kota Sigli yang bertujuan untuk melahirkan kebijakan terkait dengan penyelamatan situs bersejarah di Pidie ke depan nanti.

Baca juga: Cek Midi Ajak Masyarakat Aceh Sukseskan Meuseuraya Akbar di Pidie Darul Amni

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved