Kupi Beungoh
Mahar Dalam Tradisi Aceh “Simbol Kehormatan dan Tanggung Jawab”
Mahar Tidak Hanya Bersifat Materi, Tetapi Juga Simbol Komitmen Dan Keseriusan Dalam Membangun Rumah Tangga (Ihasan, N., 2022).
Mahar Merupakan Elemen Penting Dalam Pernikahan Islam Yang Memiliki Nilai-Nilai Spiritual, Sosial, Dan Ekonomi. Dalam Tradisi Islam, Mahar Berfungsi Sebagai Bentuk Penghargaan Terhadap Perempuan Dan Simbol Komitmen Suami. Di Aceh, Tradisi Mahar Dalam Bentuk Emas Mencerminkan Perpaduan Antara Nilai-Nilai Islam Dan Budaya Lokal (Misbah, M., 2024). Namun, Praktik Mahar Yang Berlebihan Dapat Menimbulkan Dampak Negatif, Seperti Beban Finansial Dan Kesenjangan Sosial.
Oleh Karena Itu, Perlu Adanya Keseimbangan Dalam Menetapkan Nilai Mahar, Dengan Mempertimbangkan Kemampuan Calon Suami Dan Prinsip Kesederhanaan Dalam Islam. Mahar Sebaiknya Tidak Menjadi Beban, Tetapi Justru Memperkuat Ikatan Antara Suami Dan Istri. Dengan Demikian, Mahar Dapat Berfungsi Sesuai Dengan Tujuan Utamanya, Yaitu Sebagai Bentuk Penghormatan Dan Tanggung Jawab Dalam Pernikahan (M. Ikhsan, 2022)
Penulis Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Pemerintahan, Uin Ar-Raniry Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dalila-Aqila-Mm-Makmuman.jpg)