Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

Mahar Dalam Tradisi Aceh “Simbol Kehormatan dan Tanggung Jawab”  

Mahar Tidak Hanya Bersifat Materi, Tetapi Juga Simbol Komitmen Dan Keseriusan Dalam Membangun Rumah Tangga (Ihasan, N., 2022).

Editor: Amirullah
dok pribadi
Dalila Aqila Mm Makmuman, Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Pemerintahan, Uin Ar-Raniry Banda Aceh 

Mahar Merupakan Elemen Penting Dalam Pernikahan Islam Yang Memiliki Nilai-Nilai Spiritual, Sosial, Dan Ekonomi. Dalam Tradisi Islam, Mahar Berfungsi Sebagai Bentuk Penghargaan Terhadap Perempuan Dan Simbol Komitmen Suami. Di Aceh, Tradisi Mahar Dalam Bentuk Emas Mencerminkan Perpaduan Antara Nilai-Nilai Islam Dan Budaya Lokal (Misbah, M., 2024). Namun, Praktik Mahar Yang Berlebihan Dapat Menimbulkan Dampak Negatif, Seperti Beban Finansial Dan Kesenjangan Sosial.

Oleh Karena Itu, Perlu Adanya Keseimbangan Dalam Menetapkan Nilai Mahar, Dengan Mempertimbangkan Kemampuan Calon Suami Dan Prinsip Kesederhanaan Dalam Islam. Mahar Sebaiknya Tidak Menjadi Beban, Tetapi Justru Memperkuat Ikatan Antara Suami Dan Istri. Dengan Demikian, Mahar Dapat Berfungsi Sesuai Dengan Tujuan Utamanya, Yaitu Sebagai Bentuk Penghormatan Dan Tanggung Jawab Dalam Pernikahan (M. Ikhsan, 2022)

 

Penulis Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Pemerintahan, Uin Ar-Raniry Banda Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved