Kamis, 16 April 2026

Opini

Urgensi Qurban di Era Efisiensi Keuangan

Ibadah qurban, misalnya, tidak sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang sangat signifikan, terutama dalam menciptak

Editor: mufti
IST
Dr Abdul Wahid Arsyad MAg, Dosen Prodi Ilmu Hadis dan Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry 

Keikutsertaan negara dalam ibadah qurban menjadi simbol bahwa negara hadir tidak hanya dalam logika kekuasaan dan efisiensi, tetapi juga dalam logika nilai, kemanusiaan, dan spritualitas yang transenden. 

Inilah bentuk kehadiran negara yang tidak sekadar administratif, tetapi juga substantif dan transformatif. Dengan mempertimbangkan semua aspek tersebut, maka urgensi qurban di era efisiensi keuangan bukanlah hal yang kontradiktif, melainkan harus dilihat sebagai peluang untuk merevitalisasi peran agama dalam ruang publik.

Qurban tidak boleh dipahami secara sempit sebagai pemborosan, melainkan harus dilihat sebagai faith-based public good, yaitu aset publik berbasis keimanan yang berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan sosial dan moral masyarakat. Jika negara ingin tampil sebagai entitas rahmatan lil-‘ālamīn, maka mempertahankan qurban sebagai kebijakan publik adalah bagian dari implementasi nilai Islam yang solutif, inklusif, dan berperadaban.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved