Fakta Baru Tragedi KMP Tunu, Banyak Penumpang Tak Tercatat dalam Manifes karena Beli Tiket dari Calo

Praktik ini membuat data identitas penumpang tidak lengkap, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan klaim asuransi.

Editor: Mursal Ismail
BASARNAS
BANYAK TAK TERDATA - Tim SAR melakukan evakuasi korban setelah sebuah feri KMP Tunu Pratama Jaya yang membawa 65 orang tenggelam di dekat Pulau Bali, Rabu (2/7/2025). Informasi terbaru, banyak penumpang kapal tidak terdata dalam manifes resmi karena membeli tiket dari calo, bukan lewat jalur resmi seperti aplikasi Ferizy. 

Penyebab tenggelamnya KMP Tunu belum diketahui, namun diduga kuat karena dua hal.

Baca juga: Kurang dari Satu Jam Berlayar, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Kronologinya

Pertama, KMP Tunu diduga terbalik, lalu tenggelam, karena terhantam gelombang tinggi di Selat Bali.

Sebab, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang di Selat Bali saat kejadian antara 1,7 meter sampai 2,5 meter.

"Mungkin (penyebab tenggelam) dari ombak.

Karena informasi dari BMKG, ombak antara 1,7 meter sampai 2,5 meter," jelas Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani, Kamis (3/7/2025), dilansir Surya.co.id.

Sementara itu, menurut informasi Pelabuhan Gilimanuk yang beredar luas melalui pesan WhatsApp, mengatakan KMP Tunu tenggelam karena diduga mengalami kebocoran mesin.

Dugaan itu sempat terdengar di channel 17 pada pukul 23.16 WIB, sekitar 20 menit setelah KMP Tunu berangkat pukul 22.56 WIB.

"Pada pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," bunyi informasi tersebut.

Akibat diduga kebocoran mesin itu, KMP Tunu mengalami black out yang menyebabkan kapal terbalik, lalu tenggelam.

KMP Tunu diketahui sempat melakukan panggilan darurat sebelum tenggelam.

Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi.

Namun nahas, sesaat setelah melakukan panggilan darurat, KMP Tunu tenggelam dan dilaporkan hanyut ke arah selatan.

"Pukul 23.20 WIB kami mendapat info perwira jaga KMP Tunu Pratama Jaya (melakukan) panggilan distress (panggilan darurat)," kata Wahyu, Kamis.

"Pukul 23.25 WIB kapal tenggelam, terlihat dari petugas jaga syahbandar," imbuhnya. (Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Kompas.com/Ni Ketut Sudiani, Surya.co.id/Aflahul Abidin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebih Pilih Beli Tiket di Calo Jadi Alasan Mengapa Banyak Penumpang KMP Tunu Tak Tercatat di Manifes

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved