KUPI BEUNGOH
Tarbiyah Jinsiyah: Bukan Hal Tabu, tapi Kebutuhan Mendesak bagi Anak-anak Kita
Edukasi inilah yang menjadi pagar pertama sebelum mereka mengenal dunia yang semakin terbuka dan tak selalu ramah bagi mereka.
Saya berharap semakin banyak sekolah, taman baca, lembaga pendidikan nonformal, dan komunitas di seluruh Indonesia mulai membuka ruang edukasi ini.
Karena perlindungan anak tidak cukup hanya dengan larangan dan pengawasan, tapi harus dilandasi pengetahuan dan kesadaran yang ditanamkan sejak dini.
Mari kita ubah cara pandang. Tarbiyah jinsiyah bukan sesuatu yang tabu. Ia adalah bentuk cinta dan perlindungan bagi generasi masa depan. (*)
*) PENULIS adalah pengelola Pustaka Gampong Limpok di Aceh Besar dan relawan aktif di komunitas SAD (Save Aneuk Dara), yang bergerak dalam edukasi perlindungan anak dan literasi seksualitas Islami ramah anak.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mutia-SUd-relawan-aktif-di-komunitas-SAD-Save-Aneuk-Dara.jpg)