Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Cuaca Terik Landa Aceh Tamiang, Kios Penjual Semangka Diserbu Pembeli

Bagaimana tidak, dalam sehari, omzet dagangan penjual semangka bisa melonjak hingga 100 persen.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
PENJUALAN SEMANGKA LARIS - Junaidi, pedagang semangka di Aceh Tamiang mendapat berkah atas cuaca panas terik yang membuat dagangannya laris diserbu pembeli, Jumat (1/8/2025). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Aceh Tamiang membawa berkah bagi pedagang buah, khususnya semangka

Bagaimana tidak, dalam sehari, omzet dagangan penjual semangka bisa melonjak hingga 100 persen.

Tingginya suhu yang melanda Aceh Tamiang dalam beberapa hari terakhir, dimanfaatkan pedagang untuk menambah pasokan buah semangka

Pedagang musiman pun bermunculan di sepanjang Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang.

Setiap hari, lapak pedagang ramai didatangi pembeli yang ingin menikmati kesegaran semangka di tengah terik matahari.

Junaidi, salah seorang pedagang semangka di lokasi tersebut mengungkapkan, peningkatan pembeli cukup terasa saat cuaca panas.

Baca juga: Manfaat Semangka untuk Kesehatan, Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Kaya Nutrisi

Baca juga: Panas Terik, Kebun Kelapa Sawit di Aceh Tamiang Terbakar, Begini Kejadiannya

“Ya, sedikit banyaknya ada peningkatan, kalau memang cuacanya panas banyaklah peminatnya. Kalau misalnya hari hujan, agak berkurang,” ujar Junaidi, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, jenis semangka biji menjadi yang paling laris dibeli. 

Harga pembelian dari agen juga beragam.

Di antaranya semangka biji Rp 3.000 per kilogram, semangka non-biji Rp 5.000, dan semangka kuning Rp 4.000 per kilogram.

Junaidi berharap, agar harga semangka dari petani dapat terjangkau sehingga para penjual sepertinya dapat menjual dengan harga yang lebih bersahabat kepada konsumen.

Baca juga: Mendulang Cuan Semangka, Semanis Rasanya 

Fenomena Kering Basah

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi SIM Banda Aceh, fenomena kering basah yang melanda Aceh Tamiang akan berlangsung hingga awal Agustus 2025.

Masyarakat diimbau menyikapi suhu tinggi ini untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved