KUPI BEUNGOH

ASN Pelayan Masyarakat 

Secara umum dan banyak kajian mengutip bahwa pelayanan yang diberikan oleh ASN belum maksimal dan terkesan biasa-biasa saja.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh. 

Selain hospitality, profesional, inovatif dan berfikir strategis harus dimiliki ASN Aceh. Hal ini diperlukan dalam menjalankan tugasnya dengan integritas, jujur, dan berdedikasi tinggi.

Kemampuan berpikir kreatif dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta senantiasa berpikir strategis dalam melihat masalah secara komprehensif guna merumuskan solusi yang tepat untuk kemuslihatan umat. 

Dengan memiliki jiwa pelayanan yang kuat, ASN dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam membangun bangsa dan memberikan kontribusi nyata, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

Mualem di Garis Depan ASN Aceh

Di tengah perkembangan daerah dan tantangan pembangunan yang makin komplek, ASN harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang hospitality dan humanis. 

Dari serangkaian tuntutan bagi ASN, yang terpenting adalah memiliki jiwa mulia serta menjadi tumpuan harapan masyarakat. Bukan sebagaimana stereotip yang berkembang dalam kelompok masyarakat tertentu. 

ASN harus mampu mengakomodir keluhan masyarakat, sembari menyungguhkan solusi yang tentunya sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan juga Presiden sebagai pimpinan tertinggi Pemerintah. 

Bila mengacu pada loyalitas, sebetulnya tidak ada lagi yang harus diperdebatkan, tidak perlu lagi ada pandangan-pandangan kurang menyenangkan terhadap ASN yang masih sayup-sayup dikalangan masyarakat. 

Ada nilai plus bagi kita ASN di bawah Mualem-Dek Fad, dimana keduanya berasal dari kalangan yang berwara wiri di tengah masyarakat. 

Sebagaimana kita ketahui, keduanya bukan orang asing dalam figur perjuangan keadilan dan kesejahteraan. Begitu pula yang tercantum dalam visi dan misinya, yang secara keseluruhan mencerminkan hajat terpendam banyak orang. 

Belum lagi, karakter keduanya masih sebagaimana dalam harapan. Contoh dekat, saat retreat Mualem tidak perlu lagi memperkenalkan diri dihadapan Presiden, kemudian berlanjut kepada sengketa 4 pulau, dan hal-hal lain.

Baca juga: Inggris Tangkap 365 Pengunjuk Rasa Pro Palestina, Demo Massal Pecah di Arab dan Barat

Baca juga: Profil Prajogo Pangestu, Konglomerat Indonesia Orang Terkaya di Asia Tenggara, Harta Rp 549 Triliun

Keberadaan Mualem saat ini mencerminkan bahwa beliau berada di garis depan ASN di Aceh. Meskipun ironi, ada sebahagian yang masih menyangkal terhadap pembuktian karakter Mualem-Dek Fad. 

Bersamaan dengan hal tersebut, bermodalkan ASN yang handal, insyaallah lima tahun kedepan program kerja Pemerintah Aceh mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendukung program pemerintah, menciptakan pembangunan serta mewujudkan Aceh sebagaimana yang diharapkan. 

Wallahu a’lam bisawab, tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi penulis bahwa jiwa melayani masyarakat harus senantiasa dimiliki oleh ASN.(*)

*) PENULIS merupakan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved