Citizen Reporter

Mengelola Kehidupan Melalui Kematian: Studi Lapangan Manajemen Budaya di Londa, Toraja

Udara Toraja terasa berbeda sejak pertama kali kaki saya menapak di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara.

Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews
KOMPLEKS PEMAKAMAN TRADISIONAL - Londa adalah sebuah kompleks pemakaman tradisional masyarakat Toraja yang terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan 

Oleh: Dr. Febyolla Presilawati – Dosen Tetap Magister Manajemen UNMUHA melaporkan dari Toraja, Sulawesi Selatan

***

Langkah Pertama di Tanah Toraja

Udara Toraja terasa berbeda sejak pertama kali kaki saya menapak di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara. 

Sejuknya bukan hanya perkara suhu—sekitar 20–22 derajat di siang hari—tetapi juga aroma tanah basah yang memanggil indera. 

Seolah bumi di sini menyimpan rahasia yang diwariskan dari generasi ke generasi, namun hanya mau dibisikkan pada mereka yang datang dengan hati terbuka.

Bersama tiga rekan dosen Magister Manajemen UNMUHA—Dr. Erlinda, Dr. Marlizar, dan Dr. Surna Lastri—kami datang bukan semata-mata sebagai wisatawan, melainkan sebagai murid. 

Murid yang ingin belajar dari “guru” yang tak terlihat wujudnya: budaya.

Tujuan kami jelas: Londa.

TORAJA - Dr. Febyolla Presilawati, Dosen Tetap Magister Manajemen UNMUHA bersama tiga rekan dosen Magister Manajemen UNMUHA—Dr. Erlinda, Dr. Marlizar, dan Dr. Surna Lastri di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara. 
TORAJA - Dr. Febyolla Presilawati, Dosen Tetap Magister Manajemen UNMUHA bersama tiga rekan dosen Magister Manajemen UNMUHA—Dr. Erlinda, Dr. Marlizar, dan Dr. Surna Lastri di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara.  (FOR SERAMBINEWS)

Londa adalah sebuah kompleks pemakaman tradisional masyarakat Toraja yang terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Londa dikenal dengan gua-gua tempat penyimpanan peti mati, tulang belulang, dan tengkorak yang usianya sudah ratusan tahun. 

Selain itu, Londa juga terkenal dengan keberadaan patung-patung kayu yang disebut Tau-Tau, yang dibuat menyerupai orang yang dimakamkan di dalam gua.

Sebuah nama yang, bagi masyarakat Toraja, bukan sekadar lokasi geografis, melainkan pintu gerbang menuju cara pandang yang berbeda tentang hidup dan mati.

Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan lapangan, melainkan field study yang mencoba mengaitkan manajemen modern dengan kearifan lokal. 

Karena pada akhirnya, pengelolaan—baik itu organisasi, keluarga, atau bahkan hidup—selalu berpijak pada nilai yang kita yakini.

Gua yang Menatap Balik

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved