Citizen Reporter
Mengelola Kehidupan Melalui Kematian: Studi Lapangan Manajemen Budaya di Londa, Toraja
Udara Toraja terasa berbeda sejak pertama kali kaki saya menapak di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara.
Oleh: Dr. Febyolla Presilawati – Dosen Tetap Magister Manajemen UNMUHA melaporkan dari Toraja, Sulawesi Selatan
***
Langkah Pertama di Tanah Toraja
Udara Toraja terasa berbeda sejak pertama kali kaki saya menapak di Rantepao, ibu kota Toraja Utara, Sulawesi Utara.
Sejuknya bukan hanya perkara suhu—sekitar 20–22 derajat di siang hari—tetapi juga aroma tanah basah yang memanggil indera.
Seolah bumi di sini menyimpan rahasia yang diwariskan dari generasi ke generasi, namun hanya mau dibisikkan pada mereka yang datang dengan hati terbuka.
Bersama tiga rekan dosen Magister Manajemen UNMUHA—Dr. Erlinda, Dr. Marlizar, dan Dr. Surna Lastri—kami datang bukan semata-mata sebagai wisatawan, melainkan sebagai murid.
Murid yang ingin belajar dari “guru” yang tak terlihat wujudnya: budaya.
Tujuan kami jelas: Londa.

Londa adalah sebuah kompleks pemakaman tradisional masyarakat Toraja yang terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Londa dikenal dengan gua-gua tempat penyimpanan peti mati, tulang belulang, dan tengkorak yang usianya sudah ratusan tahun.
Selain itu, Londa juga terkenal dengan keberadaan patung-patung kayu yang disebut Tau-Tau, yang dibuat menyerupai orang yang dimakamkan di dalam gua.
Sebuah nama yang, bagi masyarakat Toraja, bukan sekadar lokasi geografis, melainkan pintu gerbang menuju cara pandang yang berbeda tentang hidup dan mati.
Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan lapangan, melainkan field study yang mencoba mengaitkan manajemen modern dengan kearifan lokal.
Karena pada akhirnya, pengelolaan—baik itu organisasi, keluarga, atau bahkan hidup—selalu berpijak pada nilai yang kita yakini.
Gua yang Menatap Balik
Aplikasi 'Too Good To Go' Upaya Belgia Kurangi Limbah Makanan |
![]() |
---|
Kisah Sungai yang Jadi Nadi Kehidupan di Kuala Lumpur |
![]() |
---|
Saat Penulis Sastra Wanita 5 Negara Berhimpun di Melaka |
![]() |
---|
Saat Mahasiswi UIN Ar-Raniry Jadi Sukarelawan Literasi untuk Anak Singapura |
![]() |
---|
IKOeD Peusijuek Alumni Leting Intelegencia Generation 2025 di Pantai Lampu’uk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.