Kupi Beungoh
Kurikulum Pendidikan Islam Itu "Berbasis Cinta", Solusi Masalah Lokal & Jawaban Tantangan Global
Tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkan SDM berkwalitas, bermutu, yang mampu menghadapi berbagai masalah kehidupan dan tantangan perubahan zaman.
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag
A. Pendahuluan
Masalah-masalah lokal seperti masalah moral, Bullying, kekerasan fisik dan kekerasan seksual, marak terjadi diberbagai tempat, termasuk dilembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan umum maupun lembaga pendidikan Islam.
Hal ini menjadi salah satu tantangan besar bagi pemerintah dalam mewujudkan SDM yang bertakwa kepada Allah SWT, mampu berkasih sayang dengan yang seagama ataupun dengan yang berbeda agama.
Tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkan SDM berkwalitas, bermutu, yang mampu menghadapi berbagai masalah kehidupan dan tantangan perubahan zaman.
Ditambah dengan tantangan dunia global seperti perang, konflik, diskriminasi, isu-isu kemanusiaan, masalah dehumanisasi, dan persoalan lokal seperti keberagaman agama, adat istiadat, suku bangsa yang rentan dijadikan sumber konflik, perpecahan dan perselisihan dalam masyarakat, jika tidak ada aturan yang jelas untuk menengahinya, baik itu dalam kontek aturan untuk preventif maupun yang kuratif.
Kekerasan dalam dunia pendidikan, masalah-masalah lokal dan tantangan dunia global menjadi menjadi pendorong Kementerian Agama Republik Indonesia menawarkan "Kurikulum Berbasis Cinta".
Dengan "Kurikulum Berbasis Cinta" ini, diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah-masalah kemanusian ditingkat lokal, sekaligus berkontribusi pada penyelesaian tantangan dunia global. Selain itu melalui "Kurikukulum Berbasis Cinta" diharapkan dapat mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045.
Apakah kurikulum dalam Pendidikan Islam itu, tidak berbasis cinta, sehingga perlu diusulkan jenis kurikulum baru yang bernama "Kurikulum Berbasih Cinta"? Sungguh saudaraku, Kurikulum dalam Pendidikan Islamlah, satu-satunya kurikulum yang sudah teruji dan terbukti "berbasis cinta, mampu menyelesaikan masalah lokal, dan menjawab tantangan dunia global".
Apa itu Kurikulum dalam pendidikan Islam? Kurikulum dalam pendidikan Islam itu adalah Al-Qur'an dan Hadits, yang diwasiatkan Rasulullah SAW. Inilah "Kurikulum yang Berbasis cinta, solusi masalah-masalah lokal dan jawaban untuk tantangan dunia global".
Al-Qur'an dan Hadits Inilah, yang harus menjadi prioritas utama dan pertama diajarkan kepada anak didik dalam Islam. Kurikulum ini yang wajib dikuasai oleh setiap generasi Islam, sebagai fardhu 'ain, untuk modal dasar, pedoman hidup, dan filter dalam kehidupan.
Al-Qur'an dan Hadits ini wajib dan utama diajarkan kepada anak didik yang muslim sebelum diajarkan pengetahuan umum dan pengetahuan agama lainnnya, yang merupakan pengembangan dari Al-Qur'an dan Hadits.
Yang diajarkan dalam berbagai bentuk mata pelajaran atau mata kuliah, termasuk mata pelajaran umum, harus terintegrasi dengan Al-Qur'an dan Hadits. Itulah kurikulum pendikan Islam yang akan melahirkan generasi emas, cita-cita bangsa Indonesia di tahun 2045.
Baca juga: Pembelajaran Mendalam deep learning, Dalam Pandangan Islam Dan Prakteknya
80 tahun Indonesia merdeka, dengan sejumlah perubahan kurikulum yang dilakukan, apakah bapak ibu melihat? Kemajuan atau kemunduran dari bangsa ini? Orang-orang yang mengelola negeri ini?
Generasi sekarang adalah hasil pendidikan dimasa lalu. Apa yang kita lihat terjadi pada generasi kita saat ini, apa yang kita lihat setiap hari terjadi para pengelola negeri ini? Kita lihat, kita baca dibanyak pemberitaan, di berbagai media cetak dan elektronik.
Sebenarnya, siapa yang lebih tau tentang fitrah (kebutuhan) insan, bukankah hanya Rabb, Tuhan Penciptanya. Rabb yang mengetahui betul, apa aturan, pedoman yang terbaik untuk setiap makhluk ciptaan-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg_Dosen-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh_30062025.jpg)