Selasa, 28 April 2026

Liputan Eksklusif Aceh

Lokasi Penangkaran Buaya di Aceh Singkil Bisa Jadi Atraksi dan Solusi 

Pascakejadian itu warga ramai-ramai menangkap buaya lalu dibawa ke kantor bupati Aceh Singkil, sebagai bentuk protes. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
RENCANA PENANGKARAN BUAYA: Kolam milik Pemkab Aceh Singkil, di belakang stadion Kasim Tagok, di Ketapang Indah, Singkil Utara, sempat diwacanakan jadi lokasi penangkaran buaya. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Konflik manusia dengan buaya di Kabupaten Aceh Singkil, pertama kali terjadi 2007 lalu. 

Korbannya Ijah perempuan pencari lokan (kerang sungai-red) asal Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil.

Jasadnya ditemukan mengambang di sungai dengan luka robek di bagian kepala dan tangan patah. 

Pascakejadian itu warga ramai-ramai menangkap buaya lalu dibawa ke kantor bupati Aceh Singkil, sebagai bentuk protes. 

Kejadian kedua pada 29 Maret 2015 lalu. Ketika seorang pencari lokan asal Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, hilang dimangsa buaya di dekat muara. 

Saksi mata dalam peristiwa 10 tahun silam itu adalah anak dan istri korban. Jasad korban tak pernah ditemukan.

Warga sempat mengamuk dengan melakukan perburuan terhadap buaya. 

Puncaknya adalah pembakaran terhadap seekor buaya yang berhasil ditangkap. 

Kala itu warga yang berhasil menangkap buaya, bahkan mendapat uang lelah dari salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil.

Buaya yang berhasil ditangkap rencana akan di relokasi ke tempat penangkaran buaya.

Hanya saja ide itu sebatas wacana lantaran, tak pernah terealisasi.

Salah satu wacana lokasi penangkaran buaya adalah kolam milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, di belakang stadion Kasim Tagok, kawasan Ketapang Indah, Singkil Utara. 

Warga setempat tidak menolak jika  kolam di belakang stadion Kasim Tagok, jadi lokasi penangkaran buaya

Hanya saja harus didesain sesuai standar penangkaran buaya. Jika tidak warga jelas menolaknya, sebab dapat membahayakan keselamatan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved