Pojok Humam Hamid
Netanyahu dan Gaza City: Ketika Jalan Pulang dan Jalan Keluar Terkunci
Ini akan menjadi perang yang lama, melelahkan, penuh jebakan, dan pada akhirnya bisa membuat Israel terperangkap dalam “labirin” yang dbangun sendiri.
Baginya, Gaza bukan sekadar beban keamanan Israel.
Tanah itu dimungkinkan untuk menjadi lahan proyek “koridor ekonomi” atau wilayah administrasi khusus yang dikendalikan oleh sekutu-sekutu Amerika.
Ide seperti ini, yang di masa lalu akan dianggap fantasi, kini meluncur mulus di meja perundingan informal.
Sementara itu, di Gaza, kehidupan berubah menjadi eksperimen sosial paling gelap abad ini.
Peraturan baru membatasi bantuan kemanusiaan.
Setiap organisasi internasional kini harus mendaftar dan memenuhi persyaratan ketat--resmi untuk alasan keamanan.
Itu adalah cara praktis memperlambat distribusi makanan, obat-obatan, dan air bersih.
Jika lapar adalah senjata, Gaza kini adalah laboratorium senjata itu.
Kritik pun datang dari arah yang paling menyakitkan bagi Netanyahu, dari keluarga para sandera.
Mereka menuduh pemerintah Netanyahu lebih sibuk mengatur narasi politik daripada mengupayakan kembalinya orang-orang tercinta.
Mereka ingin gencatan senjata, tetapi Netanyahu memberi mereka tank di jalan-jalan Gaza.
Di balik semua ini, ada kecurigaan yang makin sulit ditepis.
Netanyahu sepertinya bukan sekadar mencari kemenangan militer. Ia membangun panggung politik.
Perang adalah bahasa yang ia kuasai--ia bisa menjualnya di televisi, menggunakannya untuk membungkam oposisi, bahkan menundukkan sekutu yang ragu.
Sejarah Israel, pelajaran yang kontras
Perdamaian?
| Irwandi, Mualem, dan “Peunutoh”: “JKA Bandum” vs “JKA Kudok” - Akankah Lahir Paradoks Kebijakan? |
|
|---|
| MDCP Prabowo dan Trump: Kenapa Kita Harus Tahu? |
|
|---|
| Makar atau Tak Nyaman? Membaca Mujani, Amsari, Fahri Hamzah, dan Mahfud MD |
|
|---|
| Iran dan Gencatan Senjata: “Lamuek” Hormuz, Nuklir, dan Adi Kuasa Timur Tengah |
|
|---|
| Komunikasi Publik Menteri Purbaya: Kebingungan Teknokratis, Krisis Nasional, atau Tarian Populis? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ahmad-Human-Hamid-MA-2.jpg)