Selasa, 5 Mei 2026

Citizen Reporter

Warisan Dunia di India, Bukan Cuma Taj Mahal

Udara dingin Dehradun menyambut saya ketika menjejakkan kaki di India. Perjalanan ini bukan sekadar kursus, melainkan juga sebuah eksplorasi

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
TEUKU MUKHLIS 

Refleksi untuk Aceh

Saya pulang dengan kesadaran baru. Aceh memiliki kekayaan geologi yang luar biasa: zona subduksi aktif, patahan lempeng, gunung api, panas bumi, karst, dan jejak tsunami yang diakui dunia. Semua itu bukan hanya potensi sumber daya, melainkan juga warisan Bumi yang membutuhkan pengelolaan.

Belajar di India membuat saya semakin yakin bahwa warisan tidak akan lestari tanpa sistem, tanpa partisipasi masyarakat, dan tanpa komitmen kebijakan. Pengelolaan yang baik bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari perencanaan dan disiplin.

Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa belajar tidak selalu tentang mendapatkan jawaban, tetapi juga tentang menemukan pertanyaan yang lebih dalam. Yakni, apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga warisan Bumi Aceh? Bagaimana kita mengelola lanskap yang menyimpan sejarah gempa dan tsunami? Sudahkah kita mempersiapkan generasi mendatang untuk memahami nilai tanah tempat mereka berpijak?

Dari dinginnya Dehradun hingga hangatnya tanah Aceh, saya membawa pulang satu keyakinan: warisan Bumi adalah amanah. Ia harus dijaga, dikelola, dan diwariskan dengan bijak. Kursus ini bukan sekadar menambah pengetahuan tentang warisan alam dan budaya. Lebih dari itu, ia

adalah sebuah eksplorasi: belajar di kelas, menjelajah alam, menyelami budaya, dan merasakan spiritualitas di negeri orang.

Semua pengalaman ini saya bawa pulang sebagai bekal untuk menguatkan pengelolaan warisan alam dan budaya di Aceh, khususnya dalam rencana pengembangan geopark pertama di Aceh. Semoga!

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved