Sabtu, 18 April 2026

Salam

Jangan Biarkan Korban Banjir Berhari Raya di Tenda

sebanyak 2.326 jiwa dari 696 kepala keluarga (KK) korban banjir di kabupaten itu masih bertahan di titik-titik pengungsian yang tersebar

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20260309 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (9/3/2026) mem-beritakan, menjelang Lebaran Idulfitri 2026, kondisi kor-ban banjir di beberapa wilayah pedalaman Aceh Timur saat ini masih memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu (8/3/2026), sebanyak 2.326 jiwa dari 696 kepala keluarga (KK) korban banjir di ka-bupaten itu masih bertahan di titik-titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Pante Bidari, Serbajadi, dan Simpang Jernih.

Korban masih belum mendapatkan hunian sementara (huntara) untuk tempat tinggal mereka setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Sehingga mereka harus tinggal di ten-da atau menumpang di rumah kerabatnya. Kecamatan Pante Bidari terdiri atas 7 titik pengungsian dengan jumlah 930 jiwa, Kecamat-an Serbajadi mencatat 936 jiwa yang tersebar di 5 titik pengungsi-an, dan Kecamatan Simpang Jernih sebanyak 460 jiwa.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjelaskan, pi-haknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulang-an Bencana (BNPB) terkait progres huntara. Ia juga kerap turun dan terus memantau perkembangan pembangunan huntara yang dibangun oleh vendor-vendor di bawah pengawasan BNPB. “Saya pastikan huntara harus segera siap agar masyarakat dapat tidur dan beribadah dengan nyenyak di tempat yang layak," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dusun Rantau Panjang Desa Sijudo, Ke-camatan Pante Bidari, Yaitu Jahidin mengatakan bahwa progres pembangunan Huntara ditempatnya baru sebatas masuk material. "Katanya akan dikebut dalam dua minggu ini," ungkapnya.

Hari raya Idulfitri 1447 Hijriah sudah semakin dekat. Masih banyak-nya korban banjir yang tinggal di tenda pengungsian--seperti di Aceh Timur dan daerah-daerah lain--menjelang hari kemenangan tersebut, tentu saja menjadi kondisi yang sangat memiriskan. Kita semua ikut prihatin dengan nasib mereka mengingat hari raya Idulfitri sejatinya merupakan momentum kebahagiaan, kebersamaan keluarga, dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, yang dirayakan di rumah. Karena itu, upaya percepatan untuk memas-tikan tersedianya tempat tinggal yang layak--baik huntara atau huni-an tetap (huntap) atau sejenisnya--bagi semua korban banjir menjadi sebuah keniscayaan. Pemerintah pusat, daerah, dan jajarannya wa-jib bergerak cepat untuk mewujudkan hal tersebut. Sebab, merayakan Lebaran di tenda pengungsian tentu saja bukan hal yang diinginkan oleh para korban, termasuk kita semua. Mengingat, tinggal di tenda tentu tidak memberikan rasa aman dan nyaman seperti rumah sendi-ri. Terlebih lagi, dalam suasana hari raya.

Untuk itu, pemerintah harus memacu pembangunan huni-an yang layak bagi para korban. Dalam 10 hari terakhir sisa bulan Ramadhan ini, para pekerja harus dikerahkan untuk be-kerja siang dan malam agar lebih banyak huntara atau hun-tap yang dapat dibangun dan dihuni oleh masyarakat sebe-lum Lebaran tiba. Andaikan hal itu tak bisa diwujudkan, maka pemerintah harus menyiapkan solusi lain dengan mencari hu-nian sementara yang lebih layak untuk mereka daripada di tenda. Cara tersebut setidaknya menunjukkan bahwa peme-rintah sudah berusaha maksimal untuk tidak membiarkan korban banjir berhari raya di tenda.

Untuk memastikan hunian yang layak bagi korban banjir da-pat tersedia, birokrasi dalam proses pembangunan dan pem-bagian tempat tinggal tersebut harus dipangkas agar tidak ber-tele-tele. Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan para korban adalah tindakan cepat dan nyata. Jadi, sudah seharusnya se-mua pihak bekerja lebih keras agar korban banjir juga dapat me-rasakan suasana Idulfitri di tempat yang lebih layak. Sekali lagi, jangan biarkan mereka berhari raya di tenda pengungsian. De-ngan cara itu, kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh ma-syarakat yang tertimpa bencana. Semoga! (*)

POJOK

Warga tangkap pasangan mesum
Meski bulan Ramadhan, ada juga perbuatan seperti ini ya?

Damkar dan truk tronton bertabrakan
Ini namanya tabrakan skala besar kan?

Wanita Rusia kelola lab narkoba di Bali
Mungkin karena di negaranya lagi perang ya?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Selamat Jalan Nyak Sandang!

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved